Nusawarta.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta prajurit TNI, khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa), ikut mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan arahan tersebut menjadi salah satu perhatian Presiden saat menggelar pertemuan dengan jajaran TNI dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).
Pertemuan berlangsung sejak sore hingga malam dan dihadiri Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta Menteri Sekretaris Negara.
Baca Juga : DPR Desak Data DTSEN Dievaluasi, Warga Keluhkan Salah Sasaran Bansos
“Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama,” kata Teddy sebagaimana keterangan Sekretariat Kabinet di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Menurut Teddy, Presiden Prabowo menilai edukasi mengenai bahaya karhutla perlu dilakukan langsung kepada masyarakat di tingkat desa. Babinsa dinilai memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan warga di wilayah binaannya.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah pembakaran hutan dan lahan yang berpotensi memicu kebakaran serta menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan.
Selain membahas pencegahan karhutla, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan penanganan sejumlah bencana. Di antaranya penanganan pascagempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Merapi.
Baca Juga : Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Secara Independen Tanpa Intervensi
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga meminta laporan mengenai perkembangan penyesuaian persyaratan perekrutan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI.
Arahan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap penanganan bencana sekaligus penguatan peran TNI dalam membantu masyarakat di berbagai daerah.













Respon (1)