Komisi XI DPR: Pengganti Perry Warjiyo Harus Mampu Jaga Rupiah dan Stabilitas Moneter

  • Bagikan
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat (doorstop) usai acara “Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa” di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Dok. Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menegaskan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan menggantikan Perry Warjiyo harus memiliki kredibilitas tinggi dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memperkuat kebijakan moneter di tengah dinamika perekonomian global.

Menurut Fauzi, sosok yang akan memimpin bank sentral juga dituntut mampu mempertahankan independensi Bank Indonesia sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas sektor keuangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Perry Warjiyo atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan,” ujar Fauzi di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Baca Juga : DPR Harap Sudaryono Perkuat BGN dan Optimalkan Program MBG

Ia mengatakan Komisi XI DPR menghormati keputusan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Namun, Fauzi menegaskan proses penggantian pucuk pimpinan bank sentral harus dilaksanakan sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Sebagai mitra kerja Bank Indonesia, Komisi XI DPR akan menjalankan fungsi konstitusionalnya dengan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon gubernur BI yang diajukan Presiden.

Fauzi memastikan seluruh tahapan seleksi akan dilakukan secara objektif, profesional, dan transparan dengan mengedepankan kepentingan bangsa serta menjaga kredibilitas lembaga bank sentral.

“Kami akan menjalankan proses uji kelayakan dan kepatutan secara objektif, profesional, serta mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Bank Indonesia ke depan tidak ringan. Selain menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi, bank sentral juga harus mampu menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global, sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga  PKB Nilai Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Jamin Tekan Korupsi

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo pada Minggu (26/7/2026). Pemerintah akan menindaklanjuti pengunduran diri tersebut sesuai ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Baca Juga : Anggaran Dipangkas, Pramono Tambah Empat Sekolah Prioritas untuk Direnovasi pada 2026

Prasetyo menyatakan Presiden juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Perry Warjiyo selama tujuh tahun memimpin Bank Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, BI berperan menjaga stabilitas moneter, memperkuat sistem pembayaran nasional, serta mendukung stabilitas sistem keuangan di tengah berbagai tantangan ekonomi, termasuk masa pandemi dan gejolak ekonomi global.

Dengan dimulainya proses pergantian Gubernur Bank Indonesia, perhatian kini tertuju pada calon yang akan diajukan Presiden kepada DPR. Sosok yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjaga kepercayaan pasar, memperkuat stabilitas makroekonomi, serta memastikan kebijakan moneter tetap adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun global.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *