Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membantah anggapan bahwa masyarakat Papua menolak program pengembangan sektor pertanian yang dijalankan pemerintah. Berdasarkan hasil kunjungan kerjanya ke Papua, Amran justru menyebut masyarakat memberikan dukungan dan meminta perluasan program cetak sawah di sejumlah wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran usai menghadiri sidang pleno XX bertema “Ketahanan dan Swasembada Pangan Menuju Kesejahteraan Petani” dalam Kongres Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-8 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026).
“Kami baru pulang dari Papua. Itu bukannya menolak, (justru mereka) meminta tambah,” kata Amran kepada awak media.
Menurut Amran, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari permintaan sejumlah tokoh adat yang menginginkan pemerintah memperluas pembangunan lahan pertanian di daerah mereka. Bahkan, saat berada di bandara usai kunjungan kerja, ia mengaku didatangi dua kepala suku yang menyampaikan aspirasi tersebut secara langsung.
“Kami sudah di bandara, saya di bandara tiba-tiba didatangi dua kepala suku, ‘Pak, bisa enggak kami dibangunkan 10.000, minimal 5.000 hektar?’ Oh ya, kami program tahun depan. Jadi sambutannya luar biasa,” ujarnya.
Amran menilai permintaan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Papua memiliki harapan besar terhadap pengembangan sektor pertanian sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat perekonomian daerah.
Ia mengatakan pemerintah berkomitmen melanjutkan program pengembangan lahan pertanian di Papua sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain mendukung target swasembada pangan, pengembangan kawasan pertanian di Papua diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat.
Karena itu, Amran mengajak seluruh pihak untuk mendukung program pembangunan pertanian di Papua dan tidak menyebarkan informasi yang dinilai dapat menghambat upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : DPR Harap Sudaryono Perkuat BGN dan Optimalkan Program MBG
“Janganlah diganggu saudara kita yang kita mau bangun ekonominya,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Amran, akan terus mendorong pengembangan sektor pertanian di berbagai daerah, termasuk Papua, sebagai bagian dari agenda mewujudkan ketahanan pangan nasional. Melalui perluasan lahan pertanian dan peningkatan produksi, pemerintah berharap target swasembada pangan dapat tercapai sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.












