Warga Galang Dana Bantu Penyediaan Lahan untuk Pembangunan Kembali MIN 05 Pidie Jaya

  • Bagikan
Sisa pondasi MIN 05 Pidie Jaya yang hilang akibat diterjang banjir bandang, di Pidie Jaya, Minggu (14/12/2025). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Banda Aceh — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menyatakan masyarakat Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, turut berinisiatif membantu penyediaan lahan untuk pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 05 Pidie Jaya yang hilang akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan masyarakat setempat telah menggalang dana untuk membeli tanah yang akan diperuntukkan sebagai lokasi baru madrasah tersebut.

“Inisiatif masyarakat di sana (Desa Seunong) sudah menggalang dana pembelian tanah yang diperuntukkan untuk pembangunan MIN 5 Pidie Jaya di Desa Seunong,” kata Azhari di Banda Aceh, Selasa.

MIN 05 Pidie Jaya sebelumnya berdiri di sekitar daerah aliran Sungai (DAS) Meureudu. Namun, banjir bandang yang terjadi pada Rabu dini hari (26/11) lalu menghancurkan seluruh bangunan sekolah tersebut. Kini, lokasi madrasah itu telah berubah menjadi alur sungai, tanpa menyisakan lahan sedikit pun untuk pembangunan kembali. Dari bangunan lama, hanya tersisa sekitar lima meter pondasi pagar depan.

Baca Juga : Kemenag Optimalkan Media Sosial untuk Pembinaan Remaja, Cegah Judi Online

Azhari menjelaskan, untuk membangun kembali madrasah yang terdampak bencana, Kementerian Agama dapat mengusulkannya melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Namun demikian, terdapat persyaratan administratif yang harus dipenuhi, salah satunya kepemilikan sertifikat tanah yang sah.

“Program SBSN tidak bisa melakukan pengadaan tanah. Sifatnya hanya untuk mendirikan bangunan. Jadi, harus ada sertifikat tanah yang dilampirkan dalam pengusulan,” ujarnya.

Menurut dia, apabila pembelian tanah sepenuhnya menggunakan anggaran Kemenag, hal itu tetap memungkinkan. Akan tetapi, prosesnya membutuhkan waktu cukup lama dan tidak dapat direalisasikan pada tahun anggaran berjalan.

“Kalau dari anggaran Kemenag untuk membeli tanah, bukan tidak bisa. Tapi kalau tahun ini langsung dibuka, anggaran itu tidak ada. Tahun depan yang paling cepat,” katanya.

Baca Juga  Menag Tekankan Kepemimpinan Kolektif NU Hadapi Tantangan Zaman

Ia menambahkan, apabila terdapat hibah tanah dari masyarakat maupun pemerintah daerah, lokasi lahan tetap harus berada di Desa Seunong atau sekitarnya. Hal ini mempertimbangkan aksesibilitas bagi para siswa yang mayoritas berasal dari desa tersebut.

“Lokasinya harus di desa itu juga, karena anak-anak sekolahnya di sana. Ini juga menjadi kendala karena tanahnya harus dicarikan yang terdekat dari lokasi awal,” ucap Azhari.

Baca Juga : Mendagri dan Kemenag Apresiasi Langkah Dompet Dhuafa Pulihkan Sekolah Pascabanjir Bandang di Pidie Jaya

Informasi terakhir yang diterima pihaknya, masyarakat telah menemukan lahan di lokasi terdekat. Saat ini proses pembelian masih berlangsung. Jika telah rampung dan sertifikat tanah tersedia, usulan pembangunan dapat segera diajukan.

“SBSN itu harus ada sertifikat tanah dulu. Nanti dilampirkan untuk usulan pembangunannya. Kalau ada tanah, insya Allah tahun 2027 bisa dibangun dengan SBSN,” demikian Azhari.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar MIN 05 Pidie Jaya masih berlangsung secara darurat. Para siswa untuk sementara memanfaatkan balai pengajian di Desa Seunong sebagai ruang belajar hingga madrasah baru dapat dibangun kembali.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *