Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan permohonan maaf Presiden Prabowo Subianto kepada jemaah yang hadir dalam kegiatan doa keselamatan bangsa, zikir kebangsaan, dan haul pendiri NKRI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Zulkifli Hasan atau Zulhas hadir mewakili Prabowo yang berhalangan hadir karena tengah mempersiapkan agenda kenegaraan di MPR dan DPR serta rangkaian kegiatan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas turut mengevaluasi perjalanan pemerintahan Prabowo yang telah berjalan sekitar 20 bulan. Ia mengakui tidak seluruh program pemerintah berjalan sesuai harapan.
“Pemerintah baru 20 bulan, hampir dua tahun. Ada yang berhasil, ada yang tidak berhasil,” kata Zulhas.
Salah satu sektor yang dinilai berhasil adalah pangan. Zulhas menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan sehingga masyarakat tidak perlu mencemaskan ketersediaan sejumlah komoditas pokok.
“Contohnya yang berhasil, pangan Alhamdulillah kita swasembada. Jadi Ibu-ibu tidak usah khawatir, beras cukup, ikan cukup, ayam cukup, telur cukup, Insya Allah,” ujarnya.
Meski pasokan disebut mencukupi, Zulhas mengakui pemerintah masih menghadapi persoalan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Pemerintah, kata dia, kini melakukan berbagai intervensi untuk menekan harga agar kembali terkendali.
Baca Juga : DPR Minta Polisi Usut Tuntas Temuan 995 Senjata di Sekolah Jakarta Selatan
“Memang harga lagi naik, kita sekarang lagi operasi besar-besaran agar harga bisa turun kembali,” katanya.
Zulhas juga mengakui masih terdapat sejumlah program pemerintah yang belum berjalan optimal. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut dia, program tersebut masih menghadapi persoalan berupa penyalahgunaan dalam pelaksanaannya. Pemerintah pun melakukan penertiban untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
“Tapi Bapak-bapak, ada juga yang belum berhasil. Misalnya MBG banyak disalahgunakan, sedang kita tertibkan,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah berencana mempercepat pelayanan MBG bagi sekolah berbasis agama dan pondok pesantren. Pesantren yang memiliki lebih dari 1.000 santri nantinya dapat memiliki dapur sendiri untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Kita akan percepat pelayanan terhadap sekolah-sekolah berbasis agama, pondok-pondok pesantren yang santrinya 1.000 ke atas nanti bisa buat dapur sendiri, Insya Allah,” tutur Zulhas.
Ia menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang masih terjadi. Perbaikan akan terus dilakukan agar kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Jadi ada yang berhasil, ada yang belum berhasil,” katanya.
Zulhas kemudian meminta dukungan dan doa masyarakat agar pemerintah dapat menjalankan berbagai program dengan lebih baik. Ia menyinggung pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai kekuatan doa para orang saleh dan tokoh bangsa.
“Malam ini tadi Prof. Nasar mengatakan banyak orang-orang hebat di langit yang doanya sangat diijabah. Mohon doanya agar pemerintah bisa melaksanakan program-programnya dengan baik untuk kebaikan kita semuanya,” ujarnya.
Sebagai Menko Pangan, Zulhas mengatakan dirinya mendapat tugas mengawal kebijakan pemerintah agar berjalan sesuai target.
Baca Juga : KPK Geledah Tiga Rumah di Bengkulu, Sita Dokumen dan Barang Elektronik
“Sebagai Menko, saya ditugaskan untuk mengawal agar program-program kebijakan sukses. Ada yang sukses, ada yang tidak sukses,” ucapnya.
Ia memastikan pemerintah akan terus bekerja keras memperbaiki program yang belum optimal.
“Dan mohon doanya, yang belum sukses kita akan perbaiki, kerja keras agar program-program itu tepat menjadi manfaat untuk umat,” pungkasnya.












