Nusawarta.id, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengenang lima warisan pemikiran almarhum Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Taufiq Kiemas dalam haul ke-12 wafatnya.
Jimly menilai Taufiq Kiemas punya perhatian besar terhadap kalangan akademisi, termasuk saat ia berniat mundur dari jabatan asisten Wapres usai Megawati menggantikan Habibie.
“Surat pengunduran diri saya ditolak oleh Pak Taufiq Kiemas. Beliau berpendapat, orang cerdas harus tetap berada di sekitar Bu Mega. Itulah perhatian besar Pak Taufiq kepada akademisi,’” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (09/06/2025).
Legasi kedua, menurut dia, Taufiq dikenal dermawan dengan menyantuni istri tokoh nasional agar tidak terlantar setelah ditinggal suami. Ketiga, Taufiq mendirikan sayap partai Baitul Muslimin Indonesia, menginisiasi sosialisasi empat pilar MPR, serta mendirikan Masjid At-Taufiq.
Keempat, Jimly menyatakan Taufiq Kiemas mewariskan ilmu bermanfaat bagi kemanusiaan melalui keteladanan, bukan sekadar kata-kata.
Terakhir, menurut dia, Taufiq semasa hidupnya sangat memperhatikan nasib Presiden Soekarno yang belum diakui sebagai pahlawan nasional karena aturan saat itu hanya mengatur pahlawan proklamasi.
“Jika undang-undang buatan Soeharto ini tidak diubah maka selamanya tidak akan ada Jalan Soekarno sebab setiap kali Soekarno disebut, pasti ada nama pasangannya, yakni Mohammad Hatta. Sejak saat itulah Pak Taufiq terus memikirkan bagaimana caranya agar negara bisa secara resmi menjadikan Bung Karno sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.












