Jimly Asshiddiqie Kenang Lima Legasi Taufiq Kiemas, Salah Satunya Perhatian Pada Akademisi

  • Bagikan
HAUL TAUFIQ KIEMAS - Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie saat menjadi pembicara dalam acara haul ke-12 almarhum Taufiq Kiemas yang diselenggarakan PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (08/06/2025)

Nusawarta.id, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengenang lima warisan pemikiran almarhum Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Taufiq Kiemas dalam haul ke-12 wafatnya.

Jimly menilai Taufiq Kiemas punya perhatian besar terhadap kalangan akademisi, termasuk saat ia berniat mundur dari jabatan asisten Wapres usai Megawati menggantikan Habibie.

“Surat pengunduran diri saya ditolak oleh Pak Taufiq Kiemas. Beliau berpendapat, orang cerdas harus tetap berada di sekitar Bu Mega. Itulah perhatian besar Pak Taufiq kepada akademisi,’” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (09/06/2025).

Baca Juga : Megawati Soekarnoputri Berulang Tahun Ke-78, PDIP: Mendoakan Ibu Sehat Selalu dan Panjang Umur

Legasi kedua, menurut dia, Taufiq dikenal dermawan dengan menyantuni istri tokoh nasional agar tidak terlantar setelah ditinggal suami. Ketiga, Taufiq mendirikan sayap partai Baitul Muslimin Indonesia, menginisiasi sosialisasi empat pilar MPR, serta mendirikan Masjid At-Taufiq.

Keempat, Jimly menyatakan Taufiq Kiemas mewariskan ilmu bermanfaat bagi kemanusiaan melalui keteladanan, bukan sekadar kata-kata.

Terakhir, menurut dia, Taufiq semasa hidupnya sangat memperhatikan nasib Presiden Soekarno yang belum diakui sebagai pahlawan nasional karena aturan saat itu hanya mengatur pahlawan proklamasi.

Baca Juga : Jubir: Megawati Minta Kepala Daerah dari Kader PDIP untuk Turun ke Bawah jumpai Masyarakat

“Jika undang-undang buatan Soeharto ini tidak diubah maka selamanya tidak akan ada Jalan Soekarno sebab setiap kali Soekarno disebut, pasti ada nama pasangannya, yakni Mohammad Hatta. Sejak saat itulah Pak Taufiq terus memikirkan bagaimana caranya agar negara bisa secara resmi menjadikan Bung Karno sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.

Baca Juga  Prabowo Kumpulkan Tokoh Bangsa di Istana, Pengamat Nilai Upaya Konsolidasi Hadapi Gejolak Global
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *