Nusawarta.id, Jakarta –Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa program transmigrasi memegang peran strategis dalam mendukung visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal tersebut disampaikan Viva saat menjawab pertanyaan wartawan terkait evaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, di Jakarta, Rabu (16/10).
“Waktu cepat berlalu, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, masih banyak target yang menjadi tanggung jawab kami untuk dituntaskan,” ujarnya.
Viva menjelaskan, transmigrasi di era Presiden Prabowo dirancang untuk menjalankan empat amanat utama: menjaga kedaulatan NKRI, menciptakan kesejahteraan rakyat, mendukung program swasembada pangan, dan membangun kawasan pertumbuhan ekonomi baru.
Baca Juga [HOAKS] Menkeu Purbaya Luncurkan Pinjaman Online Bunga 0 Persen
“Perpindahan penduduk ke daerah terluar dan terdepan ikut mengamankan wilayah, membagi lahan melalui reforma agraria membantu warga keluar dari kemiskinan, dan kawasan transmigrasi terbukti menjadi sentra produksi pangan nasional,” paparnya.
Desentralisasi dan Permintaan Daerah Jadi Kunci
Berbeda dari pendekatan sentralistik di masa lalu, transmigrasi kini dilakukan secara desentralistik dan berdasarkan permintaan dari daerah. Viva menegaskan, Kementerian Transmigrasi tidak akan mengirimkan transmigran tanpa adanya permintaan resmi dari pemerintah daerah.
“Paradigma sekarang adalah bottom-up. Jika tidak ada permintaan dari daerah, kami tidak akan memaksakan program transmigrasi,” tegasnya.
Daerah yang mengajukan permintaan wajib menyediakan lahan dengan status “clean and clear”, artinya tidak bersengketa dan bebas tumpang tindih dengan lahan lain. Hal ini untuk mencegah persoalan di kemudian hari.
Program Unggulan 5T Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru
Lebih lanjut, Viva memaparkan lima program unggulan Kementerian Transmigrasi yang dikenal dengan istilah “5T”:
1. Trans Tuntas – Penyelesaian masalah lahan transmigrasi
2. Trans Lokal – Pemberdayaan masyarakat lokal
3. Trans Patriot – Keterlibatan generasi muda dan akademisi
4. Trans Karya Nusa – Pengembangan kawasan ekonomi
5. Trans Gotong Royong – Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha
Kelima program ini, menurutnya, merupakan turunan langsung dari Asta Cita, delapan program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Lewat 5T, kami ingin membangun dari bawah, dari desa. Kawasan transmigrasi harus menjadi desa maju dan mandiri,” tambah mantan anggota Komisi IV DPR itu.
1.567 Desa Baru, 3 Provinsi Lahir dari Transmigrasi
Sejak program ini dijalankan, transmigrasi telah membentuk 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan melahirkan tiga provinsi baru: Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Selatan.
“Transmigrasi bukan hanya memindahkan penduduk, tapi menciptakan peradaban baru,” pungkas pria asal Lamongan, Jawa Timur, tersebut. (Ki/Red).












