Nusawarta.id, Jakarta — Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, mendadak ramai pada Senin (3/11/2025) siang. Puluhan massa yang menamakan diri Gerakan Sepak Takraw Menggugat menggelar aksi demonstrasi menuntut pembatalan hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) 2025.
Aksi yang diikuti kurang dari 50 orang itu berlangsung di depan gerbang utama Kemenpora. Massa membawa spanduk besar berisi tuntutan serta satu mobil komando untuk berorasi. Mereka mendesak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir agar turun tangan menyelesaikan kisruh pasca-Munaslub PB PSTI yang digelar di Gedung KONI Pusat, Jakarta, pada Sabtu (1/11/2025).
Tiga Tuntutan Utama
Dalam aksinya, massa menyuarakan tiga tuntutan keras:
- Memecat ketua karteker Munaslub dan panitia pelaksana dari jajaran pengurus KONI Pusat.
- Membatalkan hasil Munaslub PB PSTI yang diselenggarakan oleh KONI Pusat.
- Mendesak Ketua KONI Pusat untuk mengundurkan diri apabila tidak mampu melakukan evaluasi menyeluruh.
Menurut mereka, pelaksanaan Munaslub cacat prosedur dan tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PB PSTI. Mereka juga menilai dinamika internal organisasi yang tidak produktif menjadi penyebab kemunduran prestasi sepak takraw nasional.
“Kemunduran PB PSTI yang dikaratekerkan oleh Pengurus KONI Pusat terjadi karena penyimpangan dari fungsi organisasi induk. Seharusnya karateker menjalankan tugas untuk menormalkan organisasi, bukan justru berpihak,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.
Orator itu juga menuding adanya dugaan keberpihakan panitia Munaslub terhadap salah satu calon. “Tim karateker diduga ikut mengarahkan dukungan kepada salah satu calon ketua umum tanpa mempertimbangkan AD/ART,” lanjutnya.
Desakan ke Menpora Erick Thohir
Massa mendesak Menpora Erick Thohir untuk membatalkan hasil Munaslub serta memerintahkan KONI Pusat menggelar pemilihan ulang Ketua Umum PB PSTI. Mereka juga meminta agar hak suara seluruh peserta dikembalikan sesuai AD/ART dan kesepakatan rekonsiliasi sebelumnya.
Baca Juga : Revisi UU Kepemudaan Masuk Prolegnas 2025–2029, Kemenpora Serap Aspirasi Publik
Sebagai informasi, Munaslub PB PSTI 2025 diikuti dua calon ketua umum, yakni Rudianto Manurung dan Suryanto. Dalam proses pemungutan suara, Suryanto unggul tipis dengan perolehan 13 suara, sementara Rudianto memperoleh 11 suara. Hasil inilah yang kini digugat oleh massa yang berunjuk rasa di depan Kantor Kemenpora.
Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Kemenpora tetap kondusif dengan penjagaan aparat kepolisian. Belum ada keterangan resmi dari pihak Kemenpora maupun KONI Pusat terkait tuntutan massa tersebut.












