Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengajak generasi muda terlibat aktif dalam pembangunan kawasan transmigrasi melalui program riset dan pengabdian masyarakat Ekspedisi Patriot.
Ajakan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri kegiatan Patriot Move 2026 yang dirangkaikan dengan lari bersama peserta Ekspedisi Patriot pada momentum Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (17/5/2026).
“Generasi muda terutama, yang diharapkan berada di depan karena Indonesia membutuhkan tenaga dan pemikiran terbaik kita,” ujar AHY.
Menurut AHY, program Ekspedisi Patriot merupakan langkah strategis Kementerian Transmigrasi untuk menghadirkan generasi muda unggul dalam membantu pengembangan kawasan transmigrasi melalui riset, inovasi, dan pengabdian langsung kepada masyarakat.
Sebagai kementerian koordinator yang membawahi Kementerian Transmigrasi, AHY mengaku bangga karena pemerintah pada tahun lalu berhasil memberangkatkan 2.000 peserta Ekspedisi Patriot ke 154 kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia untuk menjalankan penelitian lapangan.
Ia menjelaskan para peserta berasal dari sejumlah kampus terbaik di Indonesia yang memiliki semangat pengabdian tinggi serta siap menghadapi tantangan ketika diterjunkan langsung ke kawasan transmigrasi yang jauh dari keluarga mereka.
AHY menambahkan, mahasiswa peserta Ekspedisi Patriot tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga memberikan masukan kepada pemerintah terkait pengembangan kawasan transmigrasi dari sisi ekonomi, sosial, hingga pembangunan infrastruktur daerah.
Baca Juga : PPATK Telusuri Aliran Dana Judol Hayam Wuruk ke Luar Negeri
Menurutnya, masih banyak kawasan transmigrasi yang membutuhkan perhatian negara agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih merata sehingga manfaat pembangunan nasional bisa dirasakan masyarakat hingga wilayah terpencil dan tertinggal.
“Kementerian Transmigrasi memiliki peran penting sebagai instrumen negara untuk mewujudkan pemerataan pembangunan sekaligus menghadirkan keadilan ekonomi melalui pengembangan kawasan transmigrasi berbasis potensi daerah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan kegiatan Patriot Move 2026 digelar untuk menyosialisasikan program Transmigrasi Patriot yang menjadi kelanjutan pengembangan kawasan transmigrasi tahun sebelumnya.
Iftitah menjelaskan, pada tahun lalu Kementerian Transmigrasi telah menerjunkan sebanyak 2.000 peneliti ke 154 kawasan transmigrasi guna melakukan penelitian dan pemetaan potensi pengembangan daerah.
“Kalau dulu 2.000 peneliti, sekarang ini ada 1.458 peserta Ekspedisi Patriot yang akan dikirim di 53 kawasan transmigrasi utamanya di Indonesia Timur, jadi fokus di sana,” ujar Iftitah.
Menurut dia, program Transmigrasi Patriot tahun ini diperluas dengan tidak hanya berfokus pada penelitian lapangan, tetapi juga diperkuat melalui kegiatan pengabdian masyarakat di kawasan transmigrasi nasional.
Ia menegaskan program tersebut bertujuan menghadirkan sumber daya manusia unggul di garis depan pembangunan agar kawasan transmigrasi dapat berkembang lebih maju melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga ; Kasus Blok M Jadi Alarm, Pemprov DKI Perketat Penanganan Parkir Liar
Selain itu, Iftitah menegaskan tugas Kementerian Transmigrasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 adalah menciptakan ekosistem ekonomi baru guna mendorong pertumbuhan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
Menurutnya, kehadiran sumber daya manusia unggul di kawasan transmigrasi diyakini mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sehingga perpindahan penduduk dapat berlangsung secara alami dan mandiri.
Ia menjelaskan strategi pengembangan ekonomi baru membuat masyarakat datang secara sukarela ke kawasan transmigrasi tanpa memerlukan biaya besar dari negara untuk memindahkan penduduk antarwilayah.
Sebagai contoh, Iftitah menyebut keberhasilan kawasan transmigrasi di Sulawesi Selatan yang kini mampu mengekspor durian ke Tiongkok sehingga kesejahteraan petani meningkat hingga lima sampai enam kali lipat.












