Gerindra Geser PDIP di Survei IPO, PDIP: Pemilu 2029 Masih Jauh

  • Bagikan
Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: inilah.com/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menanggapi hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempatkan Partai Gerindra di posisi teratas dalam elektabilitas partai politik. Andreas menilai hasil survei tersebut belum dapat menjadi gambaran pasti mengenai peta politik menuju Pemilu 2029.

Menurutnya, survei hanya merekam kondisi dan persepsi masyarakat pada periode tertentu. Sementara pelaksanaan Pemilu 2029 masih cukup panjang, sehingga perubahan dinamika politik masih sangat mungkin terjadi.

“Survei ini potret sesaat, pemilu masih jauh, dinamika sampai dengan pemilu masih sangat mungkin berubah,” ujar Andreas, Senin (10/8/2026).

Andreas juga menyoroti perbedaan antara pertanyaan survei mengenai pilihan partai politik dengan kecenderungan masyarakat dalam menentukan calon anggota legislatif (caleg).

Ia mengatakan, jika sistem pemilu yang digunakan pada 2029 masih sama, pola pemilih dalam menentukan caleg menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan. Menurutnya, kecenderungan pemilih menentukan pilihan berdasarkan figur caleg terus mengalami peningkatan dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.

Baca Juga : Zulhas Akui 20 Bulan Pemerintahan Prabowo: Ada Program Berhasil, Ada yang Masih Bermasalah

“Sedangkan pertanyaan survei adalah pilihan pada partai. Sehingga masih banyak faktor yang akan menjadi variabel pengubah hasil-hasil survei,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai optimisme PDIP menghadapi Pemilu 2029, Andreas kembali menekankan bahwa hasil survei tidak serta-merta menggambarkan kondisi politik sebenarnya di lapangan.

Ia bahkan mempertanyakan independensi survei jika hasilnya digunakan untuk membaca kekuatan politik secara menyeluruh. Menurut Andreas, hasil survei dapat berbeda tergantung lembaga yang melakukan maupun pihak yang memesan survei.

“Kalau PDI Perjuangan membuat survei baru bisa saya membuat penilaian. Karena kita tahu, hasil survei juga sering tergantung siapa yang membuat, siapa yang memesan survei tersebut. Ada hasil survei yang diumumkan, ada hasil survei yang tidak diumumkan,” tandasnya.

Baca Juga  Kunjungan Kenegaraan Presiden Prabowo ke Inggris Hasilkan Kesepakatan Strategis dan Dampak Positif bagi Indonesia

Sebelumnya, IPO merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan Partai Gerindra berada di posisi pertama dalam elektabilitas, menggeser PDIP.

Survei tersebut dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan Gerindra masih menjadi partai yang paling banyak dipilih responden meski mengalami penurunan dibandingkan periode survei sebelumnya.

Baca Juga : Prabowo Genjot B50 dan Bioetanol, Struktur Anak-Cucu BUMN Diminta Dipangkas

“Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini,” ujar Dedi dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Berdasarkan hasil survei tersebut, Gerindra memperoleh elektabilitas 17,5 persen. PDIP berada di posisi kedua dengan 12,8 persen.

Posisi berikutnya ditempati Partai Golkar dengan 10,4 persen, Partai Demokrat 8,1 persen, dan PKB 7 persen.

Sementara PAN memperoleh 5,1 persen, PKS 4,6 persen, NasDem 4,4 persen, PSI 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, dan Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *