Wamendag Roro: Masyarakat Tak Bisa Jadi Penonton di Tengah Pesatnya AI

  • Bagikan
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam panel diskusi di acara FEKDI & IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (25/9/2026). (Foto: ANTARA/Nusawarta.id )

Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menilai pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi membuat masyarakat harus ikut beradaptasi. Perubahan teknologi dinilai berkaitan erat dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) menuju target pertumbuhan ekonomi dan Indonesia Emas 2045.

“Ketika kita berbicara mengenai AI dan teknologi, tidak lepas bahwasanya pada prinsipnya kita harus turut beradaptasi. Because this is an ever-changing innovation, suka tidak suka kita harus mempelajarinya dan kita harus beradaptasi dalam menjalani keseharian kita,” kata Roro di JICC, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi perlu ditempatkan dalam konteks peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat hingga menembus angka di atas 5 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga : Ombudsman Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong

Di sisi lain, Indonesia tengah mempersiapkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, SDM usia produktif perlu dibekali pendidikan dan pelatihan agar mampu mengikuti perkembangan inovasi.

“Ketika sumber daya manusia ini bisa kita rawat dengan baik, dalam arti kita berikan pelatihan, pendidikan, sehingga ketika AI dan inovasi ini semakin jalan, masyarakat yang produktif itu juga bisa menyesuaikan, menyeimbangkan dengan pertumbuhan inovasi yang selama ini terjadi,” ujarnya.

Dalam sektor perdagangan, Roro menyebut Kementerian Perdagangan memiliki tiga fokus utama. Pertama, menjaga pasar dalam negeri yang memiliki basis konsumen besar. Kedua, memperluas akses pasar internasional melalui berbagai perjanjian perdagangan dengan negara mitra.

Ketiga, mendorong produk dalam negeri agar semakin dikenal di pasar global melalui konsep local to global.

Baca Juga : Pemerintah Dalami Wacana Dapil Nasional dalam Revisi UU Pemilu

Roro juga menyoroti penerapan teknologi dalam aktivitas perdagangan masyarakat, termasuk di pasar rakyat. Menurutnya, digitalisasi perlu menjangkau pusat-pusat perdagangan yang dekat dengan masyarakat di berbagai daerah.

Baca Juga  Prabowo Ingatkan Dampak Negatif Teknologi Nuklir dan AI bagi Peradaban Manusia

“Dan apakah selama ini teknologi itu sudah penetrasi ke tempat-tempat perbelanjaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, yang sangat dekat dengan rakyat?” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *