Jimly Asshiddiqie Soroti Hegemoni Kekuasaan, Minta Masjid Jadi Suara Penyeimbang

  • Bagikan
Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Jimly Asshiddiqie saat acara aksi rakyat bela Indonesia di Halaman Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, Jimly Asshiddiqie, menyoroti adanya hegemoni kekuasaan tertentu di Indonesia. Ia menilai dominasi tersebut perlu diimbangi dengan suara kritis dan kekuatan moral masyarakat.

Hal itu disampaikan Jimly saat menghadiri Aksi Rakyat Bela Indonesia di halaman Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). Menurutnya, masjid harus menjadi salah satu ruang untuk menyuarakan aspirasi sekaligus mengingatkan para pemegang kekuasaan.

“Gejala yang terjadi di negara kita, ini adalah hegemoni kekuasaan tertentu, maka perlu diimbangi dan itu harus disuarakan oleh masjid,” kata Jimly.

Baca Juga : Ketum KOPI Indonesia Apresiasi Perfilman Indonesia Lewat Nobar Laut Bercerita, Serukan “Anak Muda Dukung Anak Muda”

Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh larut dalam pola pikir kelompok yang sedang berkuasa, terutama apabila kekuasaan digunakan secara tidak adil. Karena itu, ruang publik harus tetap terbuka bagi suara kritis sebagai penyeimbang.

“Kita harus memperkuat ruang publik yang tidak larut dalam cara berpikir mainstream. Larut pada cara berpikir orang-orang yang sedang berkuasa, tapi zalim menggunakan kekuasaannya. Kita harus menjadi corong suara penyeimbang,” ujarnya.

Jimly juga mengingatkan pentingnya keberadaan kelompok penyeimbang untuk menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, dominasi satu kelompok tanpa adanya kekuatan yang mengimbangi berpotensi membawa dampak buruk bagi masyarakat.

Ia menilai, menyampaikan kritik dan mengingatkan para pengambil keputusan merupakan tanggung jawab warga negara sekaligus bagian dari tanggung jawab moral umat beragama.

Baca Juga : Soekarno Run di Blitar, Hasto Dorong Anak Muda Berani Berdikari

Karena itu, Jimly menyatakan dukungannya terhadap inisiatif sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menggelar Aksi Rakyat Bela Indonesia.

Baca Juga  Indonesia–Prancis Perkuat Kemitraan Budaya, Dorong Kolaborasi Museum hingga Industri Kreatif

“Maka saya sangat mendukung inisiatif kawan-kawan pimpinan ormas bahwa kita menyuarakan suara nurani dan suara akal sehat. Logic power dan moral power untuk jadi penyeimbang mengingatkan semua pengambil keputusan agar lurus di jalan yang benar,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *