Nusawarta.id, Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menyiagakan 80 petugas untuk mengatur lalu lintas selama pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi arus kendaraan di lapangan.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, 80 petugas akan ditempatkan di sejumlah titik di sekitar kawasan GBK untuk membantu kelancaran lalu lintas serta mengarahkan pengguna jalan.
Baca Juga : Sidang Banding Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Digelar Hari Ini
“Kami menyiagakan 80 petugas untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan dengan baik. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas dan menyesuaikan rute perjalanan sesuai kondisi lalu lintas di lapangan,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Dishub DKI juga menyiapkan sejumlah rute alternatif bagi pengguna jalan yang melintas di sekitar GBK. Pengendara dari arah Blok M menuju Tanah Abang dapat menggunakan rute Panglima Polim-Kyai Maja-Sultan Iskandar Muda, berputar di depan Gandaria City, kemudian menuju Teuku Nyak Arief-Tentara Pelajar-Penjernihan-KH Mas Mansyur.
Sementara pengendara dari Blok M menuju kawasan Slipi dapat menggunakan rute serupa hingga Jalan Teuku Nyak Arief, kemudian melanjutkan perjalanan melalui Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Letjen S Parman.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub DKI juga menyediakan 10 kantong parkir di sekitar GBK. Total kapasitasnya mencapai 1.957 kendaraan roda empat dan 8.229 kendaraan roda dua.
Lokasi parkir tersebut meliputi Plaza Tenggara, Plaza Selatan, Istora, Elevated sisi Selatan, Elevated sisi Utara, Akuatik, Lapangan ABC, Stadion Madya, Masjid Albina, dan Lapangan Softball.
Baca Juga : Gerindra Serahkan Nasib Nusron Wahid di Kabinet kepada Prabowo
Budi mengimbau penonton menjaga ketertiban serta mempertimbangkan penggunaan transportasi umum, seperti Transjakarta, MRT, LRT, dan Commuter Line, untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
“Masyarakat yang tidak berkepentingan menuju kawasan GBK diimbau menghindari ruas sekitar lokasi, menyesuaikan waktu dan rute perjalanan, serta mematuhi rambu dan arahan petugas,” katanya.












