Nusawarta.id, Jakarta – Partai Demokrat tak ambil pusing dengan penilaian PDIP yang menyebut elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih tertinggal dari Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didik Mukrianto menilai hasil survei saat ini belum dapat menjadi gambaran akhir peluang AHY pada Pilpres 2029. Menurutnya, masih ada waktu tiga tahun yang dapat mengubah peta persaingan politik.
“Saya menghormati setiap penilaian politik, termasuk yang disampaikan rekan-rekan di PDIP. Elektabilitas hari ini adalah potret, bukan putusan. Pilpres 2029 masih tiga tahun lagi,” kata Didik, Kamis (10/9/2026).
Didik mengatakan perubahan situasi politik, ekonomi, hingga harapan masyarakat dapat memengaruhi elektabilitas setiap tokoh. Karena itu, Demokrat memilih fokus memperkuat organisasi dan menjalankan kerja politik ketimbang mengejar angka survei.
Baca Juga : DPR Minta Penanganan Dampak Erupsi Anak Krakatau Tak Abaikan Warga
“Mas AHY dan Partai Demokrat tidak sedang berlomba angka survei. Yang kami kerjakan adalah memperkuat organisasi, merawat basis, dan memastikan partai tetap relevan bagi masyarakat, dan juga generasi muda,” ujarnya.
Demokrat juga masih memprioritaskan perannya sebagai bagian dari koalisi pemerintahan Prabowo. Partai tersebut berkomitmen membantu pemerintah menjalankan Asta Cita dan memastikan kebijakan yang diambil memberi manfaat bagi masyarakat.
“Elektabilitas adalah akibat, bukan tujuan. Jika kerja itu dijalankan dengan sungguh-sungguh dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, penilaian rakyat akan datang dengan sendirinya,” kata Didik.
Pernyataan Didik merespons politikus PDIP Deddy Yevri Sitorus yang menilai AHY masih harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas dari sejumlah tokoh, termasuk Prabowo dan Dedi Mulyadi.
Baca Juga : SAR Masih Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal di Sekitar Anak Krakatau
Deddy sebelumnya juga menilai pidato AHY soal kekuasaan yang memiliki batas waktu dapat ditafsirkan sebagai sinyal Demokrat mulai mempersiapkan peta politik menuju Pemilu 2029.
“Bisa saja ditafsirkan bahwa pernyataan itu adalah seruan kepada koalisi partai di pemerintahan untuk mulai memikirkan peta jalan baru menuju Pemilu 2029,” ujar Deddy.












