Nusawarta.id, Bali – Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menekankan pentingnya peningkatan literasi digital bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Literasi Digital yang digelar di Desa Pikat, Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu.
Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, I Nengah Senantara menyampaikan bahwa masyarakat dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab. Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap berbagai risiko yang muncul di ruang digital, mulai dari penipuan hingga kejahatan siber lainnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri atas masyarakat desa serta berbagai unsur komunitas setempat. Acara berlangsung dengan antusias, yang terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber.
Baca Juga : Anggota DPR RI Ingatkan Risiko Ekologis Wacana Penanaman Sawit untuk Energi di Papua
Lebih lanjut, I Nengah Senantara mengibaratkan perkembangan dunia digital seperti dua sisi mata uang. Menurutnya, teknologi digital dapat menjadi “madu” yang memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara tepat, namun juga bisa menjadi “racun” jika dimanfaatkan tanpa kehati-hatian.
“Ketika kita memanfaatkannya dengan baik, tentu akan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Namun sebaliknya, jika tidak bijak menggunakannya, bisa berujung pada konsekuensi hukum,” ujarnya.
Ia mencontohkan maraknya kasus penipuan transaksi digital yang belakangan ini semakin meningkat dan telah memakan banyak korban. Selain itu, ia juga menyoroti fenomena judi online yang dinilai sangat meresahkan karena menimbulkan kerugian ekonomi dan dampak sosial yang serius bagi masyarakat.
Oleh karena itu, I Nengah Senantara mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital ke arah yang positif dan bermanfaat. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen literasi digital di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Generasi muda bisa memanfaatkan dunia digital sebagai media pemasaran, sekaligus mendampingi orang tua yang mungkin belum sepenuhnya memahami teknologi digital agar tidak menjadi korban penipuan,” katanya.
Selain diisi oleh pemaparan dari I Nengah Senantara, kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari sektor perbankan, yakni Ida AA Ngurah Mahayana Gde Ade Suriadi Regek. Dalam kesempatan itu, narasumber memberikan materi terkait literasi keuangan digital, yang meliputi pemahaman layanan perbankan digital, keamanan transaksi, serta langkah-langkah pencegahan terhadap penipuan dan kejahatan digital.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi peningkatan literasi digital ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat mengenai perkembangan dunia digital saat ini, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk kegiatan yang produktif, aman, dan berkelanjutan.












