Nusawarta.id, Jakarta – Potensi wisata mangrove di Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, terus dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Tanah Bumbu. Pemerintah daerah mendorong pengembangan kawasan tersebut dengan memperkuat infrastruktur sekaligus melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mendorong agar potensi wisata berbasis desa dapat dioptimalkan sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, Sabtu (8/8/2026).
Salah satu dukungan yang diberikan yakni peningkatan akses jalan menuju kawasan wisata mangrove sepanjang 800 meter. Perbaikan tersebut membuat akses menuju lokasi menjadi lebih nyaman, baik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Kawasan mangrove Kersik Putih saat ini dikelola secara mandiri oleh masyarakat dengan dukungan Pemerintah Desa Kersik Putih. Tingginya animo pengunjung menunjukkan kawasan tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Dalam sehari, kawasan wisata itu disebut telah dikunjungi ratusan orang. Wisatawan tidak hanya berasal dari Tanah Bumbu, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Jumlah kunjungan bahkan meningkat sekitar dua hingga tiga kali lipat saat akhir pekan dan musim liburan.
Kepala Desa Kersik Putih Rudi Hartono mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung menjadi peluang bagi desa untuk mengembangkan potensi wisata mangrove secara lebih maksimal.
“Dengan akses yang lebih baik, kami optimistis wisata mangrove ini akan semakin berkembang. Pemerintah desa juga terus mendukung pengelolaan wisata yang dilakukan masyarakat agar potensi yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Pengembangan kawasan wisata tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa. Sejumlah produk usaha masyarakat dititipkan untuk dijual di kawasan wisata dan dipasarkan oleh karyawan yang bekerja di lokasi.
Kondisi ini membuat keberadaan wisata mangrove tidak hanya berfungsi sebagai tujuan rekreasi, tetapi turut membuka peluang pemasaran bagi produk lokal. Pengunjung dari berbagai daerah menjadi pasar potensial bagi produk yang dihasilkan masyarakat setempat.
Ke depan, wisata mangrove Desa Kersik Putih diproyeksikan menjadi salah satu ikon wisata mangrove di Kabupaten Tanah Bumbu. Tingginya angka kunjungan serta keterlibatan masyarakat dan pelaku UMKM menjadi modal penting dalam pengembangan destinasi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap penguatan infrastruktur dan pengelolaan berbasis masyarakat dapat menjadikan wisata mangrove Kersik Putih berkembang secara berkelanjutan.
Pengembangan destinasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi desa sebagai penggerak ekonomi daerah. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan infrastruktur memadai, sektor pariwisata diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.












