DPD II KNPI Aceh Tengah Desak Pemerintah Pusat Kirim Bantuan Darurat Pasca Banjir Bandang dan Longsor

  • Bagikan

Nusawarta.id, Takengon — Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Tengah merilis pernyataan resmi terkait kondisi darurat yang terjadi setelah bencana banjir bandang dan longsor melanda wilayah Aceh pada 26–27 November 2025. Dalam siaran pers tersebut, KNPI Aceh Tengah mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah Aceh Tengah hingga kini masih belum tersentuh bantuan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Menurut laporan yang mereka himpun, sekitar 75 persen wilayah Aceh Tengah terdampak bencana. Sedikitnya 21 orang dilaporkan meninggal dunia, dan jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah karena proses pendataan belum selesai. Distribusi informasi dan pencarian korban mengalami kendala berat karena 7 dari 14 kecamatan tidak dapat diakses melalui jalur darat akibat kerusakan parah pada infrastruktur.

DPD II KNPI Aceh Tengah menyampaikan bahwa daerah tersebut kini berada dalam kondisi kritis. Aceh Tengah terisolasi dari seluruh kabupaten tetangga, sementara logistik hampir seluruhnya habis, sehingga puluhan ribu warga berada dalam ancaman kelaparan.

Mereka juga melaporkan krisis BBM, ketiadaan air bersih, serta padamnya listrik dan jaringan internet di sebagian besar wilayah. Di sisi lain, kemampuan pemerintah daerah untuk menangani situasi ini dinilai sangat terbatas.

Baca Juga : Sejumlah Fasilitas Transportasi di Sumatra Terdampak Banjir, Kemenhub Kerahkan Upaya Pemulihan Layanan

Melihat kondisi yang semakin genting, KNPI Aceh Tengah secara resmi meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera turun tangan dan mengambil langkah-langkah cepat guna mempercepat penanganan bencana. Melalui siaran pers tersebut, mereka mengajukan sejumlah permintaan mendesak, di antaranya:

1. Pengiriman logistik darurat dalam waktu secepatnya.

2. Mobilisasi helikopter untuk membuka akses dan distribusi bantuan ke daerah terisolasi.

Baca Juga  Jokowi Wacanakan Partai Super Tbk, PKB: Ini Bukan Perusahaan

3. Pengiriman BBM guna mendukung distribusi bantuan dan operasional darurat.

4. Penyediaan mobil tangki air bersih bagi masyarakat dan rumah sakit.

5. Pengiriman perahu boat untuk menembus wilayah yang tidak dapat dilalui kendaraan.

6. Bantuan obat-obatan bagi warga terdampak.

Baca Juga : Mendagri Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

7. Penurunan relawan kemanusiaan untuk membantu penyaluran bantuan dan penanganan korban.

8. Pasokan gas LPG untuk kebutuhan warga, posko bencana, dan fasilitas kesehatan.

Selain desakan terhadap pemerintah pusat, KNPI Aceh Tengah juga mengajak masyarakat dari berbagai daerah untuk turut memberikan dukungan berupa bantuan logistik dan kebutuhan pokok lainnya. Mereka menegaskan bahwa kondisi di lapangan sangat membutuhkan solidaritas dan kepedulian bersama.

DPD II KNPI Aceh Tengah menutup pernyataannya dengan harapan agar bantuan segera tiba mengingat situasi yang semakin kritis dan ancaman yang terus membayangi masyarakat terdampak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *