Mendagri Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

  • Bagikan
Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). (Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Aceh — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyalurkan bantuan sandang dan pangan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025). Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada para pengungsi di salah satu pos penampungan yang terdampak paling parah.

“Hari ini kami juga memberikan dukungan dan bantuan. Selain dari Kemendagri, pemerintah provinsi juga memberikan bantuan dalam bentuk pangan, pakaian, dan lainnya,” ujar Tito Karnavian melalui keterangan resminya.

Kunjungan Mendagri ke lokasi banjir dilakukan bersama sejumlah pejabat pusat. Turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, serta Didit Prabowo, putra Presiden. Kehadiran rombongan pusat tersebut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri, serta Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.

Baca Juga : Puan Maharani Tegaskan Pentingnya Respons Cepat dan Mitigasi Bencana di Sumatera

Rombongan meninjau sejumlah titik pengungsian, antara lain Gampong Blang Awee dan kompleks perkantoran Bupati Pidie Jaya yang kini difungsikan sebagai pos darurat. Dalam kesempatan itu, mereka menyerahkan paket bantuan yang dibawa langsung dari Jakarta, berupa kain sarung, mukena, jilbab, daster, hingga kaos lengan panjang. Selain itu, bantuan tambahan yang disiapkan di Pidie Jaya seperti air mineral dan susu bayi juga disalurkan kepada para pengungsi.

Usai penyerahan bantuan, Mendagri melanjutkan agenda peninjauan ke Lhokseumawe melalui jalur darat untuk memantau kondisi banjir di wilayah lain. Sementara sebagian rombongan kembali ke tempat tugas masing-masing menggunakan helikopter.

Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor telah melanda Aceh sejak 18 November 2025. Musibah ini berdampak pada 16 dari 23 kabupaten/kota di provinsi tersebut. Berdasarkan laporan terbaru BNPB, bencana tersebut telah menelan 35 korban jiwa, 25 orang dinyatakan hilang, delapan luka-luka, dan 4.846 keluarga terpaksa mengungsi. Jumlah ini diperkirakan masih dapat bertambah mengingat sejumlah wilayah terdampak masih terisolasi akibat tingginya genangan dan akses jalan yang terputus.

Baca Juga : Anggota DPR RI Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera

Upaya penanganan terus dilakukan pemerintah pusat dan daerah, termasuk pendistribusian logistik, evakuasi warga, serta pemulihan akses ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga  Bantuan PPSE dan Sekolah Rakyat Bantu Entin Bangkit dari Keterbatasan Ekonomi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *