Nusawarta.id, Jakarta – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memperkuat pengawasan sektor pangan guna mencegah praktik malaadministrasi dan memastikan tata kelola pelayanan publik berjalan transparan serta efektif.
Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin mengatakan, sektor pangan menjadi salah satu prioritas pengawasan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan mendukung agenda swasembada pangan dalam Asta Cita.
Hal tersebut disampaikan Fikri dalam pertemuan dengan Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Suhardi di Jakarta, Kamis (5/11).
“Pada 2026, pemerintah menerbitkan sejumlah regulasi untuk memperkuat ketahanan pangan yang secara eksplisit dikaitkan dengan Asta Cita kedua,” kata Fikri, Jumat.
Baca Juga : Dasco Tunggu Masa Sidang DPR, Respons Wacana Hak Angket Ijazah Gibran
Menurutnya, pengawasan harus dilakukan sejak tahap awal atau hulu penyelenggaraan program agar potensi penyimpangan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Ia menjelaskan, malaadministrasi dapat menjadi pintu awal terjadinya tindakan koruptif. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan di seluruh rantai pasok pangan, mulai dari ketersediaan, distribusi, keterjangkauan, stabilitas hingga keberlanjutan.
“Gangguan layanan di bidang pangan pada satu titik dapat menghasilkan dampak sistemik yang luas,” ujarnya.
Fikri juga mendorong penguatan kerja sama antarlembaga untuk memetakan titik rawan malaadministrasi, mengevaluasi kebijakan, serta meningkatkan kapasitas penanganan pengaduan masyarakat.
Baca Juga : DPR Kawal Refund Konsumen LRT City, ADCP Ditargetkan Rampung Desember 2026
Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Suhardi menyambut baik perhatian dan masukan Ombudsman RI.
Ia berharap hasil pengawasan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pedoman dalam menjalankan program perusahaan, terutama pembangunan dan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Terima kasih. Tentunya ini menjadi pedoman kami untuk menjadi arah atau kompas dalam kami berjalan,” kata Suhardi.













Respon (1)