Pemerintah Tegaskan Tak Ada Kenaikan BBM, Istana Minta Publik Tak Panik Soal Isu Harga Pertamax

  • Bagikan
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan awak media di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). (Foto: Inilah.com/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik untuk jenis subsidi maupun nonsubsidi, menyusul beredarnya informasi di media sosial mengenai proyeksi penyesuaian harga sejumlah BBM mulai April 2026.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bahwa hingga saat ini pemerintah bersama PT Pertamina belum mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM. Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

“Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Prasetyo.

Ia menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah melakukan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina, dan berdasarkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo dalam setiap pengambilan kebijakan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat luas. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat.

Baca Juga : Lonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Momentum, Pemerintah Genjot Hilirisasi Sawit dan Biodiesel B50

“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Pemerintah menjamin ketersediaan BBM nasional dalam kondisi aman serta tidak ada perubahan harga yang diberlakukan saat ini.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegas Prasetyo.

Sebelumnya, beredar luas di media sosial dokumen yang memuat proyeksi kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, serta Dexlite. Dokumen tersebut memicu kekhawatiran publik mengenai potensi kenaikan harga energi pada awal April.

Baca Juga  Presiden Prabowo Undang Ormas Islam Bahas Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah maupun Pertamina.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) juga memastikan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga : WFH Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM hingga 10 Persen di Tengah Ketidakpastian Energi Global

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait penyesuaian harga BBM yang akan berlaku mulai 1 April 2026.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujarnya.

Pemerintah berharap klarifikasi tersebut dapat meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat, sekaligus memastikan aktivitas ekonomi dan sosial tetap berjalan normal tanpa kekhawatiran terkait pasokan maupun harga BBM.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *