PBNU Mulai Siapkan Muktamar ke-35, Verifikasi Kepengurusan Jadi Tahap Awal

  • Bagikan
Sejumlah pengurus Nahdlatul Ulama berjalan menuju Aula KH Hasyim Asy’ari, Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Minggu (15/3/2026), usai menghadiri kegiatan buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah. (Foto: LTN PBNU/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mempersiapkan agenda menuju Muktamar ke-35 yang direncanakan berlangsung sekitar Juli atau Agustus 2026. Tahapan awal yang kini dilakukan adalah memastikan kesiapan administrasi dan legalitas kepengurusan di tingkat wilayah maupun cabang agar dapat menjadi peserta forum tertinggi organisasi tersebut.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengatakan hingga saat ini organisasi masih berada dalam tahap awal persiapan. Ia menegaskan bahwa tanggal pasti pelaksanaan Muktamar belum ditetapkan karena sejumlah proses administratif dan organisatoris masih berjalan.

“Untuk tanggal pasti memang belum ada. Saat ini kita masih memasuki tahap awal persiapan menuju Muktamar,” ujar Gus Ipul usai acara buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah di Aula KH Hasyim Asy’ari, Kantor Pengurus Wilayah NU Jawa Timur di Surabaya, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, PBNU saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap kepengurusan NU di berbagai daerah. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa kepengurusan wilayah dan cabang yang akan menjadi peserta Muktamar memiliki legalitas organisasi yang sah sesuai aturan yang berlaku di lingkungan NU.

Baca Juga : PBNU Segera Menggelar Muktamar Usai Islah Tanfidziyah dan Syuriah, Jadwal Ditentukan Lewat Konbes

Untuk mendukung proses tersebut, PBNU telah membentuk tim panel yang bertugas memeriksa kelengkapan administrasi kepengurusan, khususnya terkait surat keputusan (SK) yang menjadi dasar keabsahan kepengurusan.

Tim panel tersebut dipimpin oleh Rais Syuriah PBNU, Muhammad Nuh, bersama sejumlah pengurus lainnya. Mereka akan meneliti berbagai dokumen organisasi, termasuk memastikan SK kepengurusan telah ditandatangani secara lengkap oleh Rais Aam, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal PBNU.

“Tim ini akan memeriksa kelengkapan administrasi, khususnya terkait surat keputusan kepengurusan yang harus ditandatangani secara lengkap oleh Rais Aam, Ketua Umum, maupun Sekretaris Jenderal,” kata Gus Ipul.

Baca Juga  Eks Wamenaker Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Gratifikasi dan Pemerasan Sertifikat K3

Selain memverifikasi administrasi kepengurusan, PBNU juga mulai membahas kemungkinan lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Sejumlah daerah disebut telah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah, baik dari wilayah di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

Meski demikian, PBNU belum menentukan lokasi resmi penyelenggaraan karena seluruh usulan masih akan dibahas melalui mekanisme rapat organisasi.

“Ada kemungkinan di Jawa, ada juga kemungkinan di luar Jawa. Semua usulan akan dipertimbangkan oleh PBNU dan diputuskan melalui rapat,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.

Gus Ipul juga mengajak seluruh jajaran pengurus NU di berbagai daerah untuk mulai memfokuskan perhatian pada agenda Muktamar. Ia berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan dengan lancar sehingga pelaksanaan forum tertinggi organisasi tersebut berlangsung tertib dan sesuai dengan aturan organisasi.

Baca Juga : Gus Ipul Ikuti Keputusan Ulama Soal Percepatan Muktamar PBNU

Ia menambahkan, sebelum Muktamar dilaksanakan, PBNU kemungkinan akan menggelar konferensi besar sebagai bagian dari rangkaian persiapan organisasi.

“Mudah-mudahan sebelum Agustus nanti akan ada konferensi besar sebagai bagian dari tahap persiapan,” katanya.

Sebagai informasi, Muktamar merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama yang digelar secara berkala. Forum ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk merumuskan arah kebijakan ke depan sekaligus memilih kepengurusan baru untuk periode selanjutnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *