Purbaya dan Teddy Jadi Pembantu Prabowo dengan Kinerja Terbaik Versi Survei IPO

  • Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Foto: ANTARA/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menempati dua posisi teratas sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto dengan kinerja terbaik dalam survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO).

Survei tersebut menunjukkan Purbaya tidak hanya memperoleh penilaian kinerja tertinggi, tetapi juga menjadi figur pembantu presiden yang paling dikenal publik. Teddy berada di posisi kedua dalam dua indikator tersebut.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan Purbaya menempati peringkat pertama dalam kategori menteri dengan kinerja terbaik dengan tingkat penilaian publik mencapai 42,8 persen.

Sementara Teddy Indra Wijaya berada di posisi kedua dengan angka 33,5 persen.

“Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua,” kata Dedi dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).

Setelah Purbaya dan Teddy, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berada di posisi ketiga dengan persepsi kinerja sebesar 32,0 persen.

Baca Juga : Manfaatkan Job Fair Kalsel, KP2MI Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri Jalur Resmi

Kemudian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh 30,9 persen, disusul Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebesar 26,5 persen. Adapun Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh penilaian 25,3 persen.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tercatat memiliki persepsi kinerja paling rendah dalam daftar tersebut, yakni 3,0 persen.

Dominasi Purbaya dan Teddy juga terlihat dalam indikator popularitas. Purbaya menjadi pembantu Presiden Prabowo yang paling dikenal masyarakat dengan tingkat popularitas 43,5 persen.

Teddy berada di urutan berikutnya dengan tingkat popularitas 41,0 persen.

Baca Juga  ASDP Berhasil Urai Antrean Nol Kilometer, Arus Gilimanuk Stabil Jelang Nyepi

Hasil tersebut menunjukkan adanya kesamaan antara tingkat pengenalan publik dan persepsi terhadap kinerja. Dua figur yang paling dikenal dalam survei IPO juga menjadi dua pembantu presiden yang memperoleh penilaian kinerja tertinggi.

Selain mengukur persepsi masyarakat terhadap pembantu presiden dengan kinerja terbaik, IPO turut memotret figur yang dinilai memiliki kinerja kurang memuaskan.

Dalam kategori tersebut, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menempati posisi teratas dengan angka 51,8 persen. Ia kemudian disusul Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan angka 48,5 persen.

Baca Juga : Prabowo Akui Anggaran Riset Masih Minim, Penghematan dan Pemberantasan Korupsi Jadi Sumber Pendanaan

Dedi menilai persepsi masyarakat terhadap kinerja jajaran pemerintahan bersifat dinamis. Penilaian publik dapat berubah mengikuti perkembangan isu nasional, kebijakan pemerintah, serta kondisi sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Kondisi masyarakat, saya kira, selalu dinamis dalam memberikan penilaian,” ujar Dedi.

Survei IPO dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS). Survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±2,90 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *