Santri Bangun Pondok Pesantren, Pemerintah & PKB Bicara ROAN

  • Bagikan
Menteri PU Dody Hanggodo. (Foto: Fik/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta Pemerintah menyatakan dukungannya terhadap pengembangan keahlian santri di bidang konstruksi, menyusul viralnya video para santri Pondok Pesantren Al Khoziny yang bergotong royong mengecor bangunan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan pelatihan serta sertifikasi gratis kepada para santri.

“Kami justru ingin memperkuatnya dengan pengetahuan. Insyaallah, PU akan melatih dan mensertifikasi para santri sebagai tenaga kerja konstruksi. Itu for free,” kata Dody saat Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Penyelenggaraan Infrastruktur Pesantren di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (14/10).

Menurut Dody, pelatihan ini bertujuan untuk mengubah semangat gotong royong para santri menjadi keahlian yang diakui secara resmi.

Baca Juga Menteri PU Targetkan Serapan Anggaran Capai 94 Persen pada Akhir 2025

“Kami sangat berharap agar semangat gotong royong ini tidak hilang, melainkan berkembang menjadi kemampuan membangun pesantren secara mandiri dengan standar yang benar,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Saifullah Maksum, menjelaskan bahwa praktik santri membantu pembangunan di pesantren merupakan bagian dari tradisi yang dikenal dengan istilah “ROAN”.

“Kalau pernah hidup di pondok pesantren, pasti tahu apa itu ROAN. ROAN itu kerja bakti spontan para santri, entah itu bangun jalan, gedung, bersihkan toilet, dan lainnya. Itu budaya kita,” ujar Saifullah, Kamis (16/10).

Ia menilai, sistem ROAN adalah bentuk efisiensi dalam mengatasi keterbatasan dana yang kerap dialami pesantren.

Baca Juga Menko PMK Perintahkan Evaluasi Nasional Bangunan Pendidikan, Usai Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

“Adanya ROAN itu karena keterbatasan sumber daya. Tapi kalau ada kekurangan, ya kita akui. Maka itu negara dan kalangan profesional harus ikut bantu,” imbuhnya.

Baca Juga  Pondok Pesantren Az-Zikra Darud Da’wah Al-Irsyad Rayakan Milad ke-8: Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

Saifullah juga mendorong agar dukungan tidak hanya dalam bentuk tenaga, tetapi juga keahlian teknis seperti desain hingga arsitektur.

“Tenaganya boleh santri, tapi desainnya, konstruksinya, arsitekturalnya ayo para ahli bantu. Jangan hanya dikritik, ayo kita perbaiki bareng-bareng,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat ROAN perlu disempurnakan melalui perencanaan dan pengawasan yang baik, terlebih jika kegiatan tersebut berkaitan dengan konstruksi yang memiliki risiko tinggi.

“Semangat ROAN itu luar biasa. Tapi ke depan harus diatur lebih baik, apalagi kalau menyangkut keselamatan dalam pembangunan infrastruktur pesantren,” pungkasnya. (Fikri/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *