Nusawarta.id, Magelang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Retret Pembekalan Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang bukan bertujuan menjadikan kepala daerah berpikir secara militeristik. Sebaliknya, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan dan kebersihan, yang menjadi faktor utama dalam kepemimpinan yang efektif.
“Nah, kita belajar dari Akmil bukan soal militeristiknya, tapi ada nilai-nilai penting yang juga berlaku di dunia swasta, seperti disiplin dan ketepatan waktu,” ujar Mendagri seusai membuka Retret Pembekalan Kepala Daerah di Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (22/2/2025).
Retret ini, yang berlangsung dari 21 hingga 28 Februari 2025, diharapkan dapat membentuk kedisiplinan para kepala daerah dalam menjalankan tugasnya. Mendagri mencontohkan, kepala daerah harus membiasakan diri untuk tepat waktu dalam rapat maupun kegiatan pemerintahan lainnya.
“Ketika membuat rapat jam 9, ya harus betul-betul mulai jam 9. Ini soal kebiasaan yang harus ditanamkan,” tegasnya.
Selain kedisiplinan, para kepala daerah juga diajarkan pentingnya menjaga kebersihan. Misalnya, mereka harus memastikan tempat tidur tetap rapi sebelum meninggalkan tenda. Hal ini, menurut Mendagri, merupakan bagian dari pembentukan karakter kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Selain aspek personal, retret ini juga menjadi ajang mempererat hubungan dan komunikasi antarkepala daerah. Mendagri menekankan bahwa seorang gubernur tidak bisa bekerja tanpa dukungan bupati dan wali kota di wilayahnya, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, retret ini menjadi wadah bagi kepala daerah untuk membangun sinergi dan menghilangkan sekat-sekat birokrasi yang selama ini menghambat kolaborasi.
Mendagri juga mengapresiasi daerah-daerah yang memanfaatkan forum ini untuk berinteraksi secara informal dan berbagi pengalaman. Ia berharap momentum ini dapat menjadi awal kerja sama yang lebih erat dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah masing-masing.
Dalam retret ini, kepala daerah juga mendapatkan pembekalan dari berbagai narasumber, termasuk Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) TB. Ace Hasan Syadzily dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Para pemateri akan memberikan wawasan strategis yang dapat memperkuat kepemimpinan kepala daerah dalam menghadapi tantangan di wilayahnya.
Selain itu, retret ini juga menjadi kesempatan bagi kepala daerah untuk berkenalan lebih dekat dengan para menteri Kabinet Merah Putih yang dijadwalkan hadir untuk memberikan materi sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Dipilihnya Lembah Tidar Akmil Magelang sebagai lokasi retret bukan tanpa alasan. Mendagri menjelaskan bahwa tempat ini memiliki sejarah panjang dalam pembentukan karakter kepemimpinan bangsa. Dengan memahami nilai-nilai sejarah yang terkandung di tempat ini, kepala daerah diharapkan dapat mengambil inspirasi dalam menjalankan amanah kepemimpinan di daerahnya masing-masing.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, termasuk Gubernur Lemhannas TB. Ace Hasan Syadzily, Gubernur Akmil beserta jajaran, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, serta pejabat tinggi madya dan pratama dari kementerian dan lembaga terkait.
Dengan adanya retret ini, diharapkan kepala daerah dapat kembali ke wilayahnya masing-masing dengan semangat baru, disiplin yang lebih tinggi, serta pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana membangun daerahnya dengan lebih baik. (San/Red)












