Indonesia Kejar Hilirisasi Baterai Nikel Tahun 2027

  • Bagikan
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian Setia Diarta pada pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Makassar, Rabu (5/11/2025). (ANTARA/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Makassar – Indonesia memproyeksikan mampu melakukan hilirisasi baterai untuk kendaraan bermotor dan mobil dalam dua tahun ke depan. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, usai menghadiri pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Makassar, Rabu (5/11/2025).

“Jadi mungkin dalam dua tahun ke depan akan mulai ada hilirisasi baterai yang dihasilkan dari Indonesia sendiri, utamanya baterai berbasis nikel,” ujarnya.

Setia Diarta menambahkan, pemerintah terus mendorong hilirisasi baterai, salah satunya melalui pembangunan pabrik oleh beberapa konsorsium di Karawang, termasuk beberapa yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga : Hasyim Tegaskan Komitmen Global dalam Perangi Kejahatan Lingkungan dan Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini juga menampilkan berbagai kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik. Menurut Setia Diarta, setiap gerai di GIIAS Makassar tidak hanya menampilkan kendaraan beremisi rendah, tetapi juga memberikan edukasi mengenai manfaat penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

“Setiap pengunjung bisa melihat perkembangan dan kontribusi kendaraan terhadap emisi, teknologi yang digunakan, jenis baterai, dan berbagai hal yang bisa diinteraksikan langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menilai perkembangan teknologi kendaraan listrik sangat tepat bagi masyarakat di Sulawesi Selatan. Hal ini karena daerah tersebut memiliki produksi listrik yang berlebih, sehingga teknologi pengisian daya kendaraan listrik bisa dilakukan di rumah maupun saat berkendara.

Baca Juga : Kemensos dan Perpusnas Hadirkan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat

Gaikindo mencatat, GIIAS Makassar menargetkan kontribusi penjualan sebesar 4,1 persen dari total penjualan kendaraan di Indonesia. Putu Juli optimistis target ini tercapai karena Makassar menjadi hub wilayah Timur Indonesia dengan populasi sekitar 1,4 juta jiwa, sementara total penduduk Indonesia Timur mencapai sekitar 50 juta jiwa.

Baca Juga  Bahlil Kirim Tim Pelajari Kilang Portabel untuk Proyek Pembangunan Kilang 1 Juta Barel Di Indonesia

Selain itu, tingkat kepemilikan kendaraan per seribu orang di wilayah ini masih tergolong rendah, sehingga potensi pasar dinilai cukup besar.

“Jadi potensinya besar, apalagi tingkat kepemilikan kendaraan per seribu orang masih kecil,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *