Nusawarta.id, Jakarta – Isu keretakan hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengingatkan Prabowo agar mewaspadai manuver politik yang disebut dilakukan Jokowi bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Juru Bicara PDIP Mohamad Guntur Romli mengatakan, penyebab pasti isu keretakan antara Prabowo dan Jokowi memang belum diketahui publik. Namun, menurut dia, aktivitas politik Jokowi dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan adanya konsolidasi kekuatan.
“Terkait isu keretakan dan penyebab keretakan saya tidak tahu, tapi saya lihat Jokowi memang sudah lama bermanuver seperti ngumpulin relawannya, penggalangan tokoh dan massa ke rumahnya di Solo, hingga Jokowi terus bersafari politik,” ujar Guntur, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga : DPR Minta Polisi Bongkar Dalang Kericuhan Demo 27 Agustus dan Dugaan Eksploitasi Anak
Guntur mengaku telah mencermati indikasi manuver tersebut sejak Mei lalu. Ia menilai pergerakan politik tidak hanya dilakukan Jokowi di luar pemerintahan, tetapi juga terdapat dinamika yang melibatkan Gibran di dalam pemerintahan Prabowo.
Karena itu, Guntur mengingatkan Prabowo agar tidak terlena dengan hubungan yang terlihat harmonis di ruang publik. Ia menilai kemesraan yang ditampilkan di hadapan publik belum tentu mencerminkan kondisi politik di balik layar.
“Sebenarnya Prabowo seperti memberikan panggung di acara 17 Agustus, foto bertiga dan tertawa. Padahal yang perlu diwaspadai oleh Prabowo adalah pengkhianatan dan upaya ‘kudeta internal’,” tegasnya.
Menurut Guntur, sejarah politik menunjukkan sebuah kekuasaan tidak selalu runtuh akibat tekanan dari luar. Ancaman juga dapat muncul dari orang-orang yang berada di lingkaran kekuasaan sendiri.
“Banyak kekuasaan runtuh bukan karena serangan dari luar tapi dari pengkhianatan dari dalam. Rekam jejak Jokowi itu jelas sebagai pengkhianat,” cetusnya.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno turut menyoroti dinamika hubungan politik antara kubu Prabowo dan Jokowi.
Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Susun Roadmap Pemberantasan KKB di Papua
Adi mengatakan, hubungan kedua tokoh tersebut di depan publik memang masih terlihat harmonis. Salah satunya terlihat saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ketika Prabowo duduk bersama Jokowi dan Gibran.
“Yang jelas panggung depannya tampak harmonis. Buktinya saat HUT kemerdekaan RI di istana Prabowo duduknya diapit Jokowi dan Gibran,” kata Adi.
Meski demikian, menurut Adi, isu mengenai kerenggangan hubungan kedua kubu tetap berkembang. Ia menyebut terdapat sejumlah indikasi yang dinilai menunjukkan perubahan dalam relasi politik Prabowo dengan Jokowi.
“Dua buktinya misalnya ketika posisi duduk wapres disejajarkan dengan menko saat rapat kabinet. Atau pernyataan Budi Arie soal retakan sejarah,” pungkas Adi.













Respon (2)