Probowo: Ciri Khas Negara Gagal karena Kinerja Tentara dan Polisi yang Gagal

  • Bagikan
Ket. Presiden RI, Prabowo Subianto saat diwawancarai awak media.

Nusawarta.id – Jakarta. Presiden RI, Prabowo Subianto menyatakan bahwa ciri-ciri negara dinyatakan gagal bisa dilihat dari kinerja aparat keamanan di suatu negara. Menurut dia, hal ini juga terjadi Indonesia yang memiliki TNI dan Polri sebagai institusi di bidang pertahanan serta keamanan.

Prabowo mengatakan bahwa TNI-Polri merupakan dua institusi perwujudan dari kehadiran negara dan penegakan kedaulatan. Prabowo turut menyinggung kekuasaan dari rakyat yang diberikan kepada tentara dan polisi.

“Rakyat yang mempercayakan kekuasaan ini kepada saudara-saudara, rakyat yang menggaji, yang memberi makan kepada tentara dan polisi,” ucapnya.

Karena itu, dia menilai wajar bila ada tuntutan dari masyarakat kepada aparat keamanan itu untuk mengabadikan kepada rakyat. Prabowo meminta agar kepercayaan itu disikapi dengan pemberian pengorbanan yang tinggi.

“Bahkan bisa disebut begitu saudara menerima mandat, menerima kekuasaan, sebenarnya sudah menyerahkan jiwa raga kepada negara dan rakyat,” katanya.

Prabowo menuturkan bahwa Undang-Undang Dasar, Undang-Undang, Keputusan Presiden, Peraturan Presiden, Peraturan Pemerintah, dan semua produk pemerintahan tidak akan artinya kalau ditegakkan.

“Semua rencana terbaik suatu bangsa tidak ada artinya kalau tidak dapat diimplementasikan,” ujar Prabowo.

Dia mewanti-wanti kepada para tentara dan polisi untuk tidak terlena dengan pangkat yang dijabat. Prabowo mengatakan, jabatan atau pangkat itu bentuk penghormatan dari rakyat.

“Kalau saudara berani memakai pangkat jenderal, artinya saudara harus yang pertama berani memberi nyawa untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Pidato tersebut merupakan pengarahan perdana Prabowo dalam acara rapat pimpinan atau Rapim TNI-Polri Tahun 2025 sejak dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober lalu.

Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan tema Rapim TNI-Polri tahun ini adalah sinergitas TNI-Polri guna mendukung Asta Cita. Rapim kali ini diikuti oleh 631 perwira tinggi dan menengah TNI-Polri, terdiri dari 49 orang pejabat Mabes TNI, 148 orang pejabat Mabes Polri, 183 orang pejabat utama danomandan satuan TNI Angkatan darat, 66 orang pejabat utama dan komandan satuan TNI Angkatan Laut, 63 orang pejabat utama Angkatan Udara, 36 Kapolda dan seluruh jajaran, 75 orang perwira tinggi TNI-Polri di luar struktur.

Baca Juga  100 Hari Kerja, Menkomdigi Telah Blokir 1 Juta Konten Negatif, Bangun 490 BTS 4G dan 21.183 lokasi Internet SATRIA-1 Aktif

“Rapim TNI-Polri merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap awal tahun sebagai momentum untuk memperkuat sinetrisitas dan soliditas,“ kata Sigit. (ki/red)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *