Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran, Disdag Kalsel Adakan Roadshow Pasar Murah

  • Bagikan
Disdag Kalsel Gelar Pasar Murah

Nusawarta.id – Banjarbaru, Berdasarkan pantauan data stok dari para distributor yang diperbarui setiap pekannya, Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Kalimantan Selatan tetap stabil dan mencukupi hingga hari raya Lebaran 1447 H mendatang.

Meski stok dinyatakan aman, pemerintah tetap mewaspadai dinamika konsumsi masyarakat yang mulai beragam menjelang lebaran. Salah satu tren yang menjadi perhatian adalah budaya hantaran atau hampers yang isinya didominasi bahan pokok seperti gula, minyak goreng, tepung, hingga telur. Untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat peningkatan permintaan, Dinas Perdagangan Kalsel melakukan langkah proaktif melalui Roadshow Pasar Murah di 13 kabupaten/kota.

“Pasar murah adalah strategi paling cepat dan riil untuk intervensi harga. Kami bekerja sama dengan Dinas Perdagangan di tingkat kabupaten dan kota untuk menyasar kecamatan-kecamatan agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kalsel, Adilla Redha Yanti, ketika ditemui pada Kamis (26/02/2026).

Hingga saat ini, pasar murah telah sukses dilaksanakan di enam titik, termasuk Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Utara, , Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan. Rencananya kegiatan ini akan diperluas hingga 15 titik melalui kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk Polda Kalsel.

Komoditas cabai masih menjadi sorotan utama karena fluktuasi harganya yang sering menjadi isu nasional. Sifatnya yang mudah busuk dan ketergantungan pada masa tanam membuat cabai sulit dikendalikan hanya melalui gerakan tanam rumahan.

Baca Juga : THR dan BHR Ojol Segera Diumumkan, Menaker Pastikan Aplikator Siap Beri Bonus Lebaran

Menurut Adilla, hambatan terbesar dalam menjaga stabilitas harga justru datang dari faktor psikologis masyarakat, yakni asumsi terjadi kenaikan harga dan Panic Buying. Persepsi bahwa harga pasti naik saat hari besar sering kali memicu pedagang untuk benar-benar menaikkan harga. Selain itu adanya aksi borong stok oleh masyarakat karena rasa khawatir kehabisan justru dapat menyebabkan kelangkaan semu di pasar.

Baca Juga  Polda Kalsel Tanam Jagung di 120 Hektare, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Oleh karena itu Disdag Kalsel terus berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Satgas Pangan Polda Kalsel untuk melakukan pengawasan dan penindakan, jika ditemukan adanya penimbunan atau toko yang melanggar aturan harga.

“Selanjutnya, kami berharap berbagai pihak juga turut membantu upaya upaya untuk mengendalikan harga baramg pokok dan penting di kalsel” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *