Antisipasi Lonjakan Kendaraan, Tol Bakter Siapkan 6 Rest Area untuk Delay System Mudik Lebaran 2025

  • Bagikan

Nusawarta.id, Lampung PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB Toll) selaku pengelola Ruas Tol Bakter siap mengoptimalkan layanan demi kelancaran arus mudik Lebaran 2025. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemberlakuan delay system guna mengantisipasi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni.

Manager Area Tol Bakter, Andri Pandiko, mengungkapkan kesiapan tersebut dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung di Hotel Swiss-Bel, Bandar Lampung, Selasa (25/2/2025).

“Kami siap mendukung penuh kelancaran angkutan Lebaran, mulai dari layanan transaksi, lalu lintas, rest area, pemeliharaan, hingga pengamanan. Semua akan kami optimalkan agar perjalanan pemudik lebih nyaman,” ujar Andri Pandiko.

Sebagai bagian dari strategi delay system, Tol Bakter telah menyiapkan enam titik rest area yang dapat digunakan pemudik untuk beristirahat sebelum menuju Pelabuhan Bakauheni, yaitu di KM 20B, KM 33B, KM 49B, KM 67B, KM 87B, dan KM 116B. Dengan sistem ini, diharapkan arus kendaraan tetap lancar tanpa terjadi penumpukan ekstrem di pelabuhan.

Salah Satu Rest Area KM 116

Selain menyediakan tempat istirahat, Tol Bakter juga memastikan seluruh fasilitas di rest area dalam kondisi optimal. Toilet, musala, masjid, tenant UMKM, ruang laktasi, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sudah disiapkan agar pemudik merasa nyaman selama perjalanan.

“Kami juga meningkatkan kebersihan di toilet dan masjid, serta menyiapkan ruang laktasi dan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas,” tambah Andri.

Untuk menjamin keamanan dan kesehatan para pemudik, Tol Bakter bekerja sama dengan berbagai instansi untuk mendirikan posko layanan di rest area. Posko yang akan tersedia antara lain Posko Dinas Kesehatan, Posko ASDP, Posko Kepolisian, serta Posko SPKLU dari PLN.

Di sisi lain, PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll juga mengimbau para pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan. Pemudik diharapkan tidak memaksakan diri mengemudi dalam kondisi mengantuk dan dapat beristirahat di rest area terdekat.

Baca Juga  Mendagri Tito Karnavian: Perencanaan Pembangunan Harus Seimbang antara Kepentingan Daerah dan Nasional

“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengajak seluruh pemudik untuk berkendara dengan kondisi prima dan selalu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu,” pungkas Andri. (San/Red)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *