Nusawarta.id — Banjarmasin, Satu tahun kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman menunjukkan sejumlah capaian di bidang pembangunan ekonomi, infrastruktur, serta penguatan nilai sosial dan budaya. Namun, di balik capaian tersebut, kalangan mahasiswa Kalsel menyampaikan sejumlah kritik sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.
Sejak dilantik pada Februari 2025, pasangan Muhidin–Hasnuryadi mengusung visi pembangunan Kalimantan Selatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Pemerintah provinsi menaruh fokus pada penguatan investasi, dukungan terhadap UMKM, serta pembangunan infrastruktur strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sektor ekonomi, pemerintah aktif melakukan promosi produk lokal dan misi dagang untuk membuka peluang pasar baru. Selain itu, pengesahan APBD dengan prioritas pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia dinilai sebagai langkah penting dalam perencanaan pembangunan jangka menengah.
Meski demikian, kritik datang dari kalangan mahasiswa yang menilai bahwa hasil pembangunan belum sepenuhnya dirasakan secara merata. Ahmad Ryan Tryantama, Ketua Umum Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Kalsel menilai pembangunan infrastruktur masih cenderung terpusat di wilayah perkotaan.
“Kami melihat pembangunan memang berjalan, tetapi belum merata. Masih banyak daerah pelosok yang menghadapi persoalan akses jalan, pendidikan, dan layanan kesehatan. Pemerintah perlu memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terlihat di kota-kota besar,” ujarnya.
Selain itu, Tama juga menyoroti pentingnya keterlibatan publik, khususnya generasi muda, dalam proses perumusan kebijakan daerah.
“Mahasiswa dan masyarakat sipil seharusnya diberi ruang lebih luas untuk terlibat dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan. Kritik yang kami sampaikan bukan untuk menjatuhkan, tetapi sebagai bentuk kepedulian agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran,” katanya.
Menurutnya, sektor pendidikan dan kesehatan perlu mendapatkan perhatian yang lebih konkret, tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga kualitas layanan di lapangan.
“Peningkatan anggaran harus diikuti dengan peningkatan kualitas. Sekolah dan fasilitas kesehatan di daerah terpencil masih membutuhkan perhatian serius agar kesenjangan pelayanan bisa dikurangi,” tambahnya.
Baca Juga : Pelajar Muhammadiyah Kalsel Apresiasi Kinerja 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Muhidin
Tama berharap kritik dan masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi dalam memasuki tahun kedua kepemimpinan. Transparansi program, pemerataan pembangunan, serta dialog terbuka dengan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik.
Ke depan, kepemimpinan Muhidin–Hasnuryadi diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. (arm/red)












