Nusawarta.id, Tangerang – Program Gerakan Gampang Sembako Murah yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sukses menarik perhatian masyarakat. Bazar kebutuhan pokok dengan harga terjangkau ini telah digelar di 13 kecamatan sejak 4 Maret dan akan berlangsung hingga 24 Maret 2025.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang. Ia menegaskan bahwa gerakan ini merupakan komitmen Pemkot dalam memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan mudah dan murah, terutama selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
“Program ini bertujuan agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan sembako dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar,” ujar Sachrudin, Jumat (14/3/2025).
Selain membantu masyarakat, gerakan ini juga menjadi strategi Pemkot dalam menjaga stabilitas stok pangan serta mengendalikan inflasi.
“Peran pemerintah sangat penting dalam pengendalian harga, dan program ini adalah salah satu langkah konkret yang kami lakukan,” tambahnya.

Kehadiran Gerakan Gampang Sembako Murah disambut antusias oleh warga. Nisa, seorang warga Kelurahan Babakan, merasa sangat terbantu dengan program ini.
“Alhamdulillah, harganya jauh lebih murah dari harga pasar. Kalau bisa sering-sering diadakan,” ujarnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Sainah, warga lainnya yang membeli paket komplit sembako berisi beras, tepung terigu, gula, telur ayam, mentega, dan minyak goreng.
“Karena lebih murah, saya langsung beli satu paket lengkap,” ungkapnya senang.
Dalam program ini, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau, seperti beras premium seharga Rp60 ribu per lima kilogram, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, gula pasir Rp16 ribu per kilogram, mentega Rp5 ribu per 200 gram, telur ayam Rp27 ribu per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp16 ribu per liter.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Pemkot Tangerang berencana untuk terus menggulirkan program serupa guna membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah, sekaligus menjaga stabilitas pangan di daerah tersebut. (San/Red)












