QRIS Dinilai Perkuat Daya Saing UMKM dan Dorong Ekonomi Digital

  • Bagikan
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun saat menghadiri acara Publik Bicara Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (1/5/2026). (Foto: DPR RI/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu mengefektifkan transaksi sekaligus memperkuat daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, Mukhamad mengatakan Bank Indonesia menghadirkan QRIS sebagai solusi pembayaran yang praktis, aman, dan efisien untuk mendukung aktivitas transaksi masyarakat, khususnya sektor UMKM.

Menurut dia, penggunaan QRIS tidak hanya memudahkan proses transaksi, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui pencatatan keuangan yang lebih tertata.

“QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Pelaku UMKM dapat naik kelas karena memiliki pencatatan keuangan yang lebih baik serta akses pembiayaan yang lebih terbuka,” ujar Mukhamad dalam acara Publik Bicara Badan Supervisi Bank Indonesia di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Baca Juga : SRMP 7 Sukabumi Siap Terima Siswa Baru, Fokus Jangkau Anak Keluarga Miskin

Ia menegaskan digitalisasi sistem pembayaran saat ini menjadi sebuah keniscayaan di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, pelaku UMKM didorong untuk mulai beradaptasi dengan ekosistem pembayaran digital agar mampu bersaing di pasar yang semakin modern.

Mukhamad menjelaskan, sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS terus mengalami pengembangan, termasuk membuka peluang penggunaan untuk transaksi lintas negara. Menurutnya, perluasan jangkauan QRIS hingga tingkat internasional dapat menjadi momentum bagi UMKM Indonesia untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di level global.

“Dengan semakin luasnya adopsi QRIS, UMKM di daerah diharapkan dapat terhubung dengan ekosistem ekonomi digital dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih besar,” katanya.

Baca Juga  Gus Ipul: Bantuan Logistik ke Aceh Tamiang Dikirim Secara Simultan via Darat, Laut, dan Udara

Ia juga menilai sistem pembayaran digital berbasis QRIS telah dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Indonesia, baik dari sisi infrastruktur maupun aspek keamanan transaksi. Bank Indonesia, lanjutnya, terus membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan aman sehingga masyarakat dapat bertransaksi dengan lebih nyaman.

Baca Juga : AHY Tekankan Konsolidasi Partai Demi Raih Kemenangan Politik

Menurut Mukhamad, penggunaan QRIS juga membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap uang tunai sekaligus meminimalkan risiko kesalahan dalam transaksi.

“QRIS memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada uang tunai dan risiko kesalahan dapat diminimalkan,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *