Konser Andrea Bocelli Ditolak Sejumlah Kelompok, Pramono Pilih Ikuti Keputusan Pusat

  • Bagikan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026). (Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengikuti keputusan pemerintah pusat terkait penyelenggaraan konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Sikap tersebut disampaikan Pramono di tengah penolakan sejumlah kelompok masyarakat sipil terhadap konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour itu.

Pramono mengatakan, kewenangan perizinan konser berada di pemerintah pusat. Ia menyebut promotor telah mengantongi izin dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

“Promotor telah mengantongi izin dan izinnya dari menteri, dari Kementerian Pariwisata, Kepolisian RI, kemudian Kebudayaan, Imigrasi, dan pengelola venue,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).

Baca Juga : Gerindra Belum Tentukan Sikap soal Putusan MA-MK Terkait Ijazah Gibran

Ia mengaku selama ini tidak banyak memberikan pernyataan mengenai polemik konser tersebut. Namun, setelah penolakan mulai ramai menjadi perbincangan publik, Pemprov DKI memilih mengikuti keputusan pemerintah pusat.

“Saya sendiri terus terang kalau Saudara-saudara memperhatikan, saya hampir tidak pernah memberikan statement tentang konser ini. Dan ketika sudah mulai muncul di ruang publik, tentunya Pemerintah DKI Jakarta mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat,” ujarnya.

Penolakan konser Andrea Bocelli antara lain disuarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah elemen masyarakat sipil. Mereka menyoroti rekam jejak sang penyanyi yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk Israel Defense Forces (IDF) pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.

Kelompok masyarakat sipil menilai persoalan tersebut perlu menjadi pertimbangan pemerintah, terutama di tengah dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Baca Juga : KPK Bantah Pengusutan Kasus Cukai Djarum Mengada-ada, Sprindik Terbit Sejak September

Meski menghadapi penolakan, promotor Shoemaker Live memastikan konser tetap berlangsung sesuai jadwal. Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyebut pertunjukan tersebut membawa misi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Baca Juga  JMN Ancam Turun ke Jalan, Desak KPK Tangkap Eks Wamenag Saiful Rahmat Dasuki

Dalam konser itu, Andrea Bocelli disebut akan mendedikasikan lagu khusus untuk perdamaian dunia. Promotor juga menyiapkan aksi sosial berupa penyaluran donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak konflik bersenjata.

Sebelum tampil di Jakarta, Andrea Bocelli telah menggelar konser di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026. Konser di Jakarta menjadi bagian dari rangkaian tur dunia untuk memperingati 30 tahun album Romanza.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *