Nusawarta.id – Jakarta. Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, mengatakan wacana kepala daerah dipilih DPRD itu harus dikaji lebih lanjut. Pengkajiannya pun harus melibatkan political society, civil society hingga akademisi.
“Nasdem melihatnya harus ada dua langkah. Langkah yang pertama harus ada kajian yang sifatnya komprehensif. Harus melibatkan banyak kelompok, baik political society, civil society, akademisi, untuk kemudian melakukan riset base,” kata Willy dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis (19/12/2024).
Willy mengingatkan, keputusan besar seperti mengubah sistem Pilkada tidak boleh diambil dalam kondisi emosional.
“Teman-teman bisa bayangkan, ini situasinya, situasi dalam keadaan lelah semua. Ada kata orang bijak mengatakan, jangan pernah kau ambil keputusan di saat kau sedang emosional,” tutur dia.
Selain melakukan kajian yang mendalam, Nasdem juga mendorong pentingnya konsensus politik. Keputusan terkait sistem politik ini menurut Willy harus ditetapkan melalui musyawarah yang melibatkan banyak pihak.
“Karena ada dialog, ada musyawarah di sana. Jadi, apapun yang akan kita hasilkan, itu tidak hasil dari konspirasi, tapi itu hasil dari keputusan kita bersama. Secara sadar. Ini belum sadar, Pak. Ibarat orang mabuk, Pak. Masih sempoyongan. Ini nggak mungkin objektif,” ujar Willy.
Selain kajian mendalam, NasDem juga mendorong pentingnya konsensus politik. Menurut Mantan Aktivis 98 ini, keputusan terkait sistem politik harus dihasilkan melalui musyawarah yang melibatkan semua pihak, termasuk partai yang tidak lolos ke parlemen.
“Sistem politik bagaimana pun, dia membutuhkan konsensus, duduk bersama. Ada 8 partai sekarang, undang partai-partai yang tidak terpilih, undang yang lain, duduk bersama,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto melempar usulan agar kepala daerah seperti gubernur, wali kota hingga bupati dipilih oleh DPRD. Menurutnya, hak tersebut lebih efisien dan tidak banyak mengeluarkan anggaran.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak HUT ke-60 Partai Golkar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Kamis, 12 Desember 2024. (Ki/red)












