Nusawarta.id, Banjarbaru — Dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui pemberdayaan ekonomi, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) resmi menggandeng para pemuda Banua untuk mendukung program unggulan pemerintah Asta Cita, dengan fokus pada ketahanan pangan.
Kolaborasi strategis ini diumumkan dalam acara bertajuk “Sinergi Pemuda Banua dan Polda Kalsel Mendukung Asta Cita untuk Ketahanan Pangan dalam Rangka Harkamtibmas” yang digelar di Auditorium Polda Kalsel, Banjarbaru, Selasa (28/10).
Acara yang diinisiasi oleh Direktorat Intelkam Polda Kalsel tersebut dipimpin langsung oleh Dirintelkam Kombes Pol Priyanto Priyo Hutomo, S.I.K., M.H., dan dibuka secara resmi oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa, serta sejumlah pejabat tinggi di wilayah Kalimantan Selatan, termasuk Danrem 101/Antasari, Danlanud Syamsudin Noor, Kabinda Kalsel, Kepala BNNP Kalsel, Wakapolda Kalsel, dan para Pejabat Utama Polda Kalsel.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. menyampaikan, Kapolda Kalsel dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi antara Polda Kalsel dan Pemuda Banua guna memperkuat ketahanan pangan sebagai fondasi penting bagi Harkamtibmas.
“Ketahanan pangan adalah pilar utama dan sumber kekuatan strategis bangsa untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Polda Kalsel tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga motor penggerak transformasi sosial dan ekonomi,” ujar Kapolda.
Irjen Pol Rosyanto Yudha menambahkan, Polda Kalsel telah mengembangkan berbagai inovasi ketahanan pangan, seperti budidaya jagung di lahan non-produktif atau bekas area rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang mendapat apresiasi di tingkat nasional.
Selain itu, inovasi lain seperti pertanian hidroponik di greenhouse dan budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok juga terus dikembangkan.
Menurutnya, keberhasilan program ini merupakan hasil dari Kolaborasi Pentahelix yang melibatkan Polri, pemerintah daerah, akademisi seperti Universitas Lambung Mangkurat (ULM), pelaku usaha, komunitas pemuda, serta media. Sinergi tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi produktif bagi masyarakat Banua.
Kapolda Kalsel pun mengajak seluruh Pemuda Banua untuk berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Pemuda adalah wajah masa depan dan agen perubahan yang akan menentukan arah Banua menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Melalui sinergi ini, Polda Kalsel berharap tercipta masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi sekaligus stabil dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Selatan. (Jau/Red)












