Tingginya Animo Warga Kalsel Pada Program 3 Juta Rumah, Segini Capaiannya

  • Bagikan
Diskusi Publik 3 juta rumah
Ketua Satker Perumahan Kalsel Mohamad Radjiman Ododay saat menyampaikan paparan dalam Diskusi Publik Program 3 Juta Rumah di Aula Dinas Sosial Banjarbaru. (Foto: Arm/Nusawarta.id)
Nusawarta.id, Banjarbaru — Rumah menjadi salah satu kebutuhan pokok yang masih belum terpenuhi masyarakat. Total terdapat 9,9 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah, serta 26,9 juta rumah tangga yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Satker Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Kalimantan Selatan, Mohamad Radjiman Ododay pada Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Dema Pospera Kalsel di Aula Dinas Sosial Banjarbaru belum lama tadi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program 3 Juta Rumah, yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca Juga Akselerasi Program 3 Juta Rumah, Mendagri Minta Pemda Percepat Penerbitan PBG dan BPHTB

“Animo masyarakat untuk mendapat hunian sangat tinggi. Ini dibuktikan dengan serapan yang tinggi terutama rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Bahkan secara nasional, Kalimantan Selatan  peringkat ke-8 di luar Pulau Jawa yang paling tinggi penyerapan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)”, tambah M Radjiman.

Wakil Ketua IV Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Kalimantan Selatan, Aris Perdana menambahkan, target pembangunan di Bumi Lambung Mangkurat ada sebanyak 350.000 unit, dan hingga Juni 2025 sudah m3ncapai 132.000 unit.

“Salah satu peranan APERSI dalam mensukseskan program unggulan Presiden adalah turut serta membangun 1 juta rumah untik Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)” ungkap Aris.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Diskusi Publik, Widia mengungkapkan sengaja mengadakan acara ini sebagai wujud peran aktif mahasiswa sebagai agen masyarakat untuk ikut serta mengawal dan mensosialisasikan program 3 juta rumah.

“Kami ingin pastikan program ini berjalan secara transparan, adil, dan tepat sasaran, serta mampu menyentuh kelompok masyarakat yang benar-benar mprembutuhkan,” tutupnya. (Arm/Red).

Baca Juga  Acil Odah Raih Penghargaan Tokoh Perempuan Kreatif dan Berpengaruh di IDeaward 2024
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *