KemenPPPA Gelar Bakti Sosial Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Muara Angke

  • Bagikan
Kementerian PPPPA menggelar bakti sosial (baksos) pemberdayaan perempuan pesisir di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (20/12/2025). (Dok. KemenPPPPA/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menggelar bakti sosial (baksos) pemberdayaan perempuan pesisir di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 yang bertujuan memperkuat peran perempuan dalam ketahanan ekonomi keluarga dan ekonomi lokal melalui peningkatan keterampilan, layanan kesehatan, serta dialog bersama perempuan pengupas kerang.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menjelaskan bahwa Muara Angke dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merepresentasikan perempuan pekerja sektor informal yang produktif, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan akses.

“Ketika perempuan berdaya, keluarga, masyarakat, hingga bangsa akan ikut terangkat,” kata Menteri Arifah.

Ia menekankan bahwa penguatan perempuan dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan kualitas diri.

Baca Juga : KPU Gandeng KemenPPPA Dorong Partisipasi Perempuan dan Cegah Kekerasan Gender dalam Politik

Menurut Menteri Arifah, perempuan pesisir merupakan faktor kunci dalam pembangunan nasional, khususnya dalam menopang ekonomi keluarga dan ekonomi lokal. Oleh karena itu, Kemen PPPA berkomitmen memperkuat kebijakan yang menjamin pengakuan, perlindungan, dan peningkatan kapasitas perempuan sebagai subjek pembangunan.

“Meningkatkan kualitas perempuan berarti meningkatkan kualitas keluarga dan masa depan bangsa,” tambahnya.

Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menyoroti pentingnya mendengar aspirasi perempuan pesisir sebagai dasar perumusan kebijakan.

“Aspirasi perempuan pesisir harus menjadi pijakan utama agar program pemberdayaan benar-benar menjawab tantangan di lapangan, mulai dari kesehatan kerja hingga akses perlindungan sosial,” ujarnya.

Veronica menambahkan, perlunya pendampingan bagi kelompok pengupas kerang melalui pelatihan, pendataan yang akurat, akses ke pasar, dan literasi keuangan, agar perempuan pesisir dapat lebih mandiri.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah. Plt. Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menilai baksos tersebut tepat sasaran karena menyentuh langsung perempuan pekerja pesisir dengan peran ganda di keluarga dan masyarakat.

Baca Juga  Cegah Mafia Migas, Presiden Perlu Terbitkan Kepres Konversi LPG ke DME

“Kegiatan ini menjawab kebutuhan nyata masyarakat pesisir. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Umum SERUNI, Tri Suswati, menambahkan bahwa perempuan pengupas kerang membutuhkan ruang dan fasilitas untuk meningkatkan keterampilan serta potensi diri.

“Hal ini menjadi perhatian utama dalam kegiatan pemberdayaan agar perempuan pesisir bisa lebih mandiri dan produktif,” jelasnya.

Baca Juga : Puan Maharani Ajak Perempuan Jadi Garda Terdepan Perangi Korupsi di Momentum Hakordia

Dalam rangka mendukung pemberdayaan perempuan pesisir, Kemen PPPA menyelenggarakan berbagai pelatihan, antara lain pelatihan memasak berbahan baku ikan untuk meningkatkan gizi keluarga, serta pelatihan tata rias guna menambah keterampilan dan peluang ekonomi. Selain itu, bantuan sembako juga dibagikan melalui dukungan dunia usaha dan organisasi perempuan, termasuk Seruni, PT Astra International, Lemonilo, PT Yakult Indonesia Persada, Rabu Biru, dan Martha Tilaar. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *