Haji Isam Akuisisi Saham PACK Rp936 Miliar, Dinilai Jadi Sinyal Positif bagi IHSG

  • Bagikan
Pengusaha asal Kalimantan, Samsudin Andi Arsyad (baju putih memegang map merah) yang akrab disapa Haji Isam resmi mengakuisisi 21 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). (Foto: Dok. Jhonline Grup/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Langkah pengusaha asal Kalimantan, Samdudin Andi Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam, mengakuisisi 21,12 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) senilai Rp936 miliar dinilai menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Aksi korporasi tersebut disebut berpotensi mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menuju level psikologis 7.000.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan masuknya investasi jumbo ke emiten berkode PACK menunjukkan adanya optimisme terhadap prospek bisnis sektor energi dan mineral, khususnya nikel.

“Jadi ketika ada investasi yang masuk hampir senilai Rp1 triliun, itu bukan angka yang kecil. Setidaknya ini juga bisa memberi sinyal kepada market bahwa PACK siap menjalankan ekspansi bisnis di sektor energi dan mineral,” ujar Nafan di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), IHSG ditutup melemah ke level 6.732. Meski demikian, aksi akuisisi tersebut dipandang dapat menjadi katalis positif bagi pemulihan pasar saham nasional di tengah dinamika global.

Baca Juga : Zulhas Blusukan ke KNMP Banyuwangi, Pastikan Program Penguatan Ekonomi Nelayan Berjalan

Menurut Nafan, akuisisi terhadap 6,83 miliar lembar saham PACK merupakan bagian dari strategi diversifikasi portofolio bisnis Haji Isam. Selama ini, pengusaha yang dikenal melalui jaringan bisnis Jhonlin Group tersebut lebih banyak bergerak di sektor batu bara, perkebunan sawit, dan industri turunannya.

Kini, ekspansi ke sektor nikel dinilai membuka peluang baru dalam mendukung transisi energi dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.

“Kalau misalnya dia sudah masuk ke nikel, ya pastinya ada peluang bagi transisi energi serta untuk ekosistem baterai kendaraan listrik,” kata Nafan.

Ia menilai langkah strategis tersebut juga berpotensi menciptakan sinergi besar dengan berbagai lini usaha di bawah Jhonlin Group yang selama ini bergerak di bidang infrastruktur, logistik, pelabuhan, alat berat, transportasi laut dan udara, pertambangan, hingga perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga  Presiden Prabowo Minta Swasembada Pangan Dipercepat, Amran Sulaiman Targetkan Tercapai dalam Satu Tahun

Menurutnya, integrasi bisnis tersebut dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional perusahaan, sekaligus memperkuat struktur permodalan PACK yang saat ini berada di papan akselerasi Bursa Efek Indonesia.

“Setidaknya ketika bertransformasi akan mengangkat kepercayaan investor,” tuturnya.

Terkait persaingan di industri nikel, Nafan menyebut kompetisi merupakan hal yang wajar mengingat Indonesia memiliki banyak pemain besar di sektor tersebut, seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Baca Juga : Pemerintah Mulai Gulirkan SPHP Jagung Pakan 2026

Ia menegaskan, fokus utama industri saat ini adalah pengembangan hilirisasi untuk memperkuat ekosistem baterai nasional.

Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Haji Isam resmi mengoleksi 6,83 miliar lembar saham PACK atau setara 21,12 persen kepemilikan pada 13 Mei 2026. Saat transaksi berlangsung, saham PACK diperdagangkan di level Rp137 per lembar.

Sebelumnya, PACK merupakan perusahaan yang bertransformasi dari industri kemasan dengan nama lama PT Solusi Kemasan Digital Tbk menjadi perusahaan induk yang fokus pada sektor pertambangan dan perdagangan nikel. Setelah masuknya Haji Isam sebagai pemegang saham strategis, perusahaan mulai menggeser fokus bisnisnya ke komoditas energi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *