Wamentan: Inovasi Teknologi dan SDM Jadi Kunci Swasembada Pangan Berkelanjutan

  • Bagikan
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet menaiki salah satu mesin pemanen padi (combine harvester) modern dalam kegiatan Edu Tani di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. (Foto: Kementan/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet menegaskan inovasi teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Hal itu disampaikan Alim dalam kegiatan Edu Tani di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Ia mengatakan, sektor pertanian Indonesia harus terus bertransformasi agar mampu menghadapi berbagai tantangan global.

“Inovasi unggul dan sumber daya manusia berkualitas menjadi dua faktor utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional,” kata Alim dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, perubahan iklim, perkembangan teknologi, dinamika rantai pasok global, hingga ketidakpastian geopolitik menuntut sektor pertanian semakin adaptif dan modern.

Baca Juga : Menkum Tegaskan Negara Jamin Kebebasan Beragama, Persulit Izin Rumah Ibadah Disorot

Ia menyebut, tantangan pangan dunia semakin kompleks. Bahkan, sebanyak 33 negara tengah menyiapkan stok darurat pangan untuk mengantisipasi potensi krisis pangan.

Di tengah kondisi tersebut, Indonesia patut bersyukur telah mencapai swasembada pangan dengan ketersediaan stok yang cukup, khususnya untuk delapan komoditas pangan strategis. Namun, capaian itu harus terus dipertahankan agar tidak hanya menjadi keberhasilan sementara.

Untuk itu, Alim mendorong penguatan riset dan pengembangan teknologi yang melibatkan perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta lembaga penelitian di lingkungan Kementerian Pertanian.

Pengembangan varietas unggul, mekanisasi, dan teknologi budidaya dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

“Melalui inovasi, kita ingin mencapai output yang maksimal, tetapi pada saat yang sama mampu menekan input agar lebih efisien. Ini yang menjadi salah satu penentu produktivitas dan daya saing pertanian kita,” jelasnya.

Baca Juga : KPK Periksa Kadis PUPR Bengkulu, Dalami Temuan Uang Rp4 Miliar di Rumahnya

Selain teknologi, ia menilai peningkatan kualitas SDM juga harus menjadi perhatian. Terlebih, sektor pertanian masih menghadapi tantangan regenerasi petani yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.

Baca Juga  KPK Dalami Peran GRIB Jaya dalam Pengamanan Lahan Summarecon di Bogor

Alim pun mengajak mahasiswa dan generasi muda mengambil peran lebih besar dalam pembangunan pertanian. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang menguasai teknologi, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu menghadirkan inovasi bagi kemajuan sektor pertanian.

“Untuk pertanian Indonesia yang lebih maju dan modern, agar kita bisa terus menjaga swasembada, kita membutuhkan inovasi yang unggul dan SDM yang unggul,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *