Nusawarta.id, Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengerahkan Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan menyalurkan bantuan awal senilai Rp300 juta untuk membantu proses rekonstruksi mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk pada Senin (29/9) sore.
Ketua Baznas RI Noor Achmad menyatakan keprihatinannya atas insiden yang terjadi saat proses pengecoran bangunan tengah berlangsung. Ia mengatakan, tim Baznas telah berada di lokasi sejak awal kejadian sebagai bentuk kepedulian dan komitmen terhadap para korban dan pihak pesantren.
“Peristiwa ini sangat mengguncang, apalagi terjadi di tengah ibadah. Kami hadir langsung ke lokasi sebagai bentuk empati dan komitmen Baznas untuk mendampingi para korban dan pihak pesantren. Bantuan awal Rp300 juta kami salurkan dan Tim BTB sudah bergerak sejak awal kejadian,” ujar Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/10).
Baca Juga Presiden Prabowo Ikut Bernyanyi Lagu Nasional Usai Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Baznas juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tenaga medis, dan para relawan untuk memastikan evakuasi dan penanganan korban berjalan optimal.
“Fokus utama kami saat ini adalah membantu penyelamatan dan penanganan korban luka-luka. Selanjutnya kami akan pastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan pesantren dan para santri,” tambahnya.
Noor menekankan pentingnya penerapan standar keamanan dalam pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan. Ia menilai keselamatan santri harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan, meskipun pembangunan pesantren kerap dilakukan secara gotong royong.
Baca Juga Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kolaborasi Lindungi Pekerja Rentan
“Kami tidak menyalahkan siapa pun atas musibah ini karena semangat kebersamaan dalam membangun pesantren sangat besar. Kami ikut belasungkawa yang mendalam atas wafatnya korban, semoga yang masih tertimbun segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kami juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,” tuturnya.
Diketahui, Kantor SAR Surabaya menerima laporan insiden pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Saat itu, proses pengecoran lantai tengah berlangsung sejak pagi. Dugaan sementara, bangunan runtuh akibat fondasi yang tidak kuat, menyebabkan struktur bertingkat itu roboh hingga ke lantai dasar. (Fikri/Red).












