Nusawarta.id, Malang – Puncak perhelatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 akan digelar pada 9 November mendatang melalui Festival Nusantaraya & ICCF Awarding Night, yang diselenggarakan secara serentak di tiga titik strategis Malang Raya: Boon Pring – Bamboo Living Museum, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, dan salah satu candi bersejarah di Kabupaten Malang.
Festival ini menjadi ruang besar bagi ekspresi dan kolaborasi kreatif lintas sektor—menggabungkan ekowisata, teknologi digital, seni pertunjukan, hingga kearifan budaya lokal. Mengangkat tema “Senyawa Malang Raya”, ICCF 2025 menegaskan komitmen kolektif untuk menjadikan Jawa Timur sebagai Creative Province, melalui sinergi antara Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang.
Tiga Titik, Satu Gerakan Kreatif
Di Boon Pring, para pelaku UMKM, pengrajin, serta komunitas desa wisata akan menampilkan pasar rakyat yang berakar pada ekowisata dan kearifan lokal. Sementara di KEK Singhasari, Tech & Digital Creative Showcase akan menjadi ajang unjuk gigi bagi startup, inovator teknologi, dan pelaku industri digital masa depan.
Baca Juga : Jawa Barat Cetak Rekor 5.957 Posbakum Desa, Diapresiasi Menkum
Tak kalah memukau, sebuah candi bersejarah di Kabupaten Malang akan diubah menjadi panggung seni yang menghadirkan pertunjukan tari, musik, dan instalasi dalam atmosfer spiritual khas wilayah tersebut.
“Festival ini adalah simbol pertemuan antara tradisi dan inovasi,” ujar Ketua OC ICCF 2025, Sam Vicky Arief H.,
“Dari Malang Raya kita buktikan bahwa kreativitas bisa menjadi fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.” tambahnya.
Malam Apresiasi untuk Para Pahlawan Kreatif
Dalam semangat Hari Pahlawan, ICCF 2025 juga akan menghadirkan Awarding Night sebagai bentuk penghargaan tertinggi kepada tokoh, komunitas, dan pemerintah daerah yang telah berjasa dalam membangun ekosistem kreatif di Indonesia. Malam tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga perayaan perjuangan melalui ide, karya, dan kolaborasi lintas sektor.
“Para pelaku ekonomi kreatif adalah pahlawan masa kini,” tegas Ketua Umum ICCN, TB. Fiki C. Satari,
“mereka berjuang dengan kreativitas dan inovasi demi Indonesia yang berdaya dan mandiri.” tambahnya
Wujud Nyata Senyawa Malang Raya
Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., sebagai kepala daerah pembuka ICCF 2025, menegaskan kesiapan kotanya menjadi bagian utama gerakan kreatif Malang Raya. Ia menyoroti kolaborasi lintas wilayah sebagai kekuatan nyata untuk menjadikan Jawa Timur pusat kreativitas nasional.
“Batu tengah melangkah menuju Batu City of Gastronomy, menjadikan kearifan lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Pemprov DKI Pastikan Program Prioritas Tetap Jalan Meski Dana Transfer Dipangkas
Dukungan serupa juga datang dari ekosistem kreatif Kota Malang. Dadik Wahyu Chang, Koordinator Malang Creative Fusion, menyebut Kota Malang sebagai “laboratorium ide” dengan infrastruktur kreatif yang matang. “Senyawa Malang Raya memperlihatkan bagaimana seni, teknologi, dan ide berpadu menjadi kekuatan kota yang dinamis dan berdaya saing.”
Sementara itu, dari Batu Creative Hub, Alan Wahyu Hafiludin menegaskan bahwa Batu kini berada di jalur yang tepat menuju kota gastronomi dunia. “Dari pertanian, kuliner, hingga wisata alam, Batu sedang membangun ekosistem kreatif berakar kuat namun berwawasan global,” ujarnya.
Dari Kabupaten Malang, Boim, Koordinator Kalangan, menegaskan bahwa kekuatan wilayahnya terletak pada komunitas yang hidup berdampingan dengan tradisi.
“Desa Kreatif bukan sekadar program, tapi cara hidup. Dari pasar hingga ruang publik desa, kreativitas tumbuh dari bawah.” ujan Boim.
Lebih dari Festival, Sebuah Gerakan
ICCF 2025 bukan sekadar festival tahunan, namun telah berkembang menjadi gerakan kolektif nasional.
“Gerakan ini menegaskan bahwa kota-kota tidak terikat sekat administratif,” ujar TB. Fiki C. Satari,
“melainkan bisa bersinergi untuk merayakan keberagaman dan kekayaan bangsa.” tambahnya
Melalui Festival Nusantaraya & ICCF Awarding Night, Indonesia kembali menegaskan bahwa masa depan bangsa tak hanya dibangun dari pusat kekuasaan, tetapi juga dari semangat kreatif di daerah-daerah, seperti yang kini ditunjukkan oleh Malang Raya.
Dengan semangat Senyawa Malang Raya, perayaan ini menjadi bukti bahwa kreativitas adalah sumber daya strategis dalam membangun Indonesia Emas 2045.












