Gubernur Pramono Soroti Minimnya Kekompakan di Jakarta Utara

  • Bagikan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti persoalan kekompakan antarkelompok di Jakarta Utara. Meski memiliki beragam potensi, wilayah tersebut dinilai masih menghadapi hambatan internal karena terlalu banyak kelompok berpengaruh yang kerap berjalan sendiri-sendiri.

Hal itu disampaikan Pramono dalam acara Refleksi Jakarta Utara – 12th Anniversary Rumah Kita (Sabri Saiman) di Kantor Wali Kota Jakut, Sabtu (15/11/2025). Dalam sambutannya, ia menilai potensi besar yang dimiliki kawasan pesisir itu belum diikuti soliditas yang memadai.

“Apa yang menjadi kelebihan Jakarta Utara? Banyak sekali. Apa yang menjadi kekurangannya? Nggak akur. Banyak jagoan di Jakut ini,” ujar Pramono.

Baca Juga : Gubernur Pramono Tegaskan Normalisasi Kali Krukut Harus Jalan: “Banjir Sudah Terlalu Sering Berulang”

Ia menegaskan, pembangunan Jakarta Utara akan berjalan lebih cepat jika seluruh elemen masyarakat bersatu. Pramono mengajak para tokoh dan warga untuk menyingkirkan ego demi kemajuan bersama.

“Saya yakin kalau semuanya akur, membangun bersama-sama, yang jagoan ya jagoan, nggak apa-apa tetap jadi jagoan. Tetapi untuk memajukan Jakut, semuanya harus bersama-sama,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyoroti keberadaan Persitara sebagai kebanggaan warga Jakut. Ia mengungkapkan telah meminta Wali Kota Jakut Hendra Hidayat untuk segera mengoptimalkan fasilitas yang sebelumnya telah diresmikan untuk klub tersebut.

Baca Juga : Gubernur Pramono Izinkan Belajar Langsung di SMAN 72 Pasca Ledakan

“Kenapa tempat yang pada waktu itu sudah saya resmikan kok enggak dipakai-pakai? Udah pakai aja Pak Hendra. Kalau ada yang mengalami hambatan, bilang sama saya. Itu sudah dipakai untuk Persitara,” ujarnya.

Pramono menambahkan, keberadaan Persitara bersama Persija akan semakin menyemarakkan atmosfer sepak bola di Ibu Kota, terlebih keduanya sama-sama berbasis di Jakut.

Baca Juga  Viva Yoga: Revisi UU Pemilu Tidak Bisa Dibahas Sehari, Banyak Pasal Perlu Dicermati

“Kalau ada Persija, ada Persitara, Jakarta pasti lebih semarak. Apalagi dua-duanya homebase-nya di Jakarta Utara,” tuturnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *