Kemendag Fasilitasi UMKM Perempuan Indonesia Tampil di Spring Fair 2026 Inggris

  • Bagikan
Kementerian Perdagangan RI memfasilitasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang digawangi perempuan untuk tampil di ajang Spring Fair 2026 pada 1-4 Februari 2026 di Birmingham, Inggris. (Foto: Kemendag/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI terus mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia di pasar global. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan memfasilitasi UMKM Indonesia yang digawangi perempuan untuk berpartisipasi dalam pameran internasional Spring Fair 2026 yang digelar pada 1–4 Februari 2026 di Birmingham, Inggris.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan sebanyak sembilan jenama asal Indonesia ambil bagian dalam ajang tersebut. Produk yang ditampilkan meliputi fesyen, aksesori, tekstil, garmen, hingga dekorasi rumah yang mencerminkan kreativitas dan keunikan produk nasional.

“Pameran ini merupakan langkah strategis untuk membidik pembeli dari kalangan ritel Inggris. Selain itu, ajang ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing UMKM perempuan Indonesia di pasar global,” ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Menurut Puntodewi, partisipasi dalam Spring Fair 2026 tidak hanya membuka peluang transaksi dagang, tetapi juga mendorong terbentuknya kemitraan bisnis jangka panjang, khususnya dengan pelaku ritel di Inggris dan Eropa. Keikutsertaan UMKM perempuan dalam pameran internasional juga dinilai mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam memenuhi standar dan kebutuhan pasar internasional.

Baca Juga : Kemendag Salurkan 100 Tenda Darurat untuk Pedagang Pasar Kuala Simpang Terdampak Banjir

Ia menambahkan, peran UMKM perempuan sangat signifikan dalam struktur perekonomian nasional. Lebih dari 70 persen UMKM di Indonesia yang menjadi penggerak utama ekonomi rakyat dan sektor ekonomi kreatif dikelola oleh perempuan. Oleh karena itu, peningkatan akses pasar global bagi UMKM perempuan diharapkan dapat memperkuat kontribusi ekspor nasional secara berkelanjutan.

“Ke depan, kami berharap partisipasi Indonesia pada lebih banyak pameran internasional dapat semakin meningkatkan kontribusi ekspor UMKM sekaligus memperkuat peran UMKM perempuan sebagai motor penggerak perdagangan yang inklusif,” kata Puntodewi.

Baca Juga  Perkuat Akses Keuangan Inklusif, Pemkab HSS Matangkan Program TPAKD 2026

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Inggris, Irlandia, dan International Maritime Organization (IMO), Desra Percaya, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam memperluas akses global bagi UMKM perempuan Indonesia. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga internasional, dan mitra strategis menjadi kunci agar UMKM perempuan mampu tumbuh dan bersaing di pasar global.

Dari sisi perdagangan bilateral, hubungan dagang Indonesia dan Inggris menunjukkan kinerja yang solid. Pada periode Januari–November 2025, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar 2,41 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai 1,43 miliar dolar AS dan impor sebesar 973,20 juta dolar AS. Sementara pada 2024, total perdagangan Indonesia–Inggris mencapai 2,78 miliar dolar AS.

Baca Juga : Kemendag Salurkan Bantuan Lima Truk untuk Korban Bencana Banjir di Sumatera

Ekspor utama Indonesia ke Inggris meliputi produk besi dan baja, alas kaki, mesin dan peralatan listrik, kayu dan produk kayu, serta pesawat mekanik. Adapun impor dari Inggris didominasi oleh mesin dan pesawat mekanik, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, perangkat optik, serta produk industri farmasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *