Menekraf Tinjau Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market Saat Libur Nataru

  • Bagikan
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau Solo Night Market dalam rangkaian peninjauan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, Solo, Sabtu (3/1/2026) (Foto: Kementerian Ekonomi Kreatif/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Solo – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market di Jawa Tengah di tengah momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat langsung aktivitas ekonomi kreatif berbasis lokal yang tumbuh dari kreativitas masyarakat serta berdampak nyata bagi perekonomian daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Riefky menilai konsep kreatif yang diusung Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market berhasil menarik minat wisatawan sekaligus memperkuat posisi produk ekonomi kreatif lokal di tengah meningkatnya kunjungan selama libur panjang.

“Konsep kreatif untuk Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market sangat menarik minat para pengunjung. Untuk menjaga industri kreatif bisa bertahan, setiap jenama lokal harus memastikan pentingnya hak kekayaan intelektual,” ujar Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Rabu.

Menurutnya, keberadaan Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market menjadi contoh konkret bagaimana kekuatan ekonomi kreatif mampu mengangkat jenama-jenama lokal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Momentum libur Nataru dinilai tepat untuk memperlihatkan sinergi antara pariwisata, ekonomi kreatif, dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HaKI) sebagai fondasi keberlanjutan industri.

Baca Juga : Kemenekraf Tegaskan Dukungan Penuh untuk “100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert”

Kampung Batik Kauman sendiri merupakan wujud ekonomi kreatif berbasis tradisi yang telah berkembang sejak lama. Di kawasan ini, pengunjung tidak hanya berbelanja batik, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung proses membatik serta berinteraksi dengan para pengrajin lokal. Hal tersebut memberikan pengalaman budaya sekaligus edukasi mengenai nilai dan filosofi batik sebagai warisan budaya bangsa.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Ekraf mengunjungi sejumlah gerai batik, di antaranya Batik Domas, Batik Gunawan Setiawan, dan Batik Soga, yang menjadi bagian dari denyut ekonomi Kampung Batik Kauman.

Baca Juga  Pemkab HSS dan BAZNAS Sinergi dalam Program Pendayagunaan untuk Pemberdayaan Usaha

Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman, Gunawan Setiawan, menyampaikan bahwa kawasan ini terus diarahkan untuk berkembang tidak hanya sebagai sentra produksi batik, tetapi juga sebagai kampung kreatif yang berkelanjutan.

“Kami ingin menjadikan kawasan Kampung Batik Kauman tak hanya menjadi pusat produksi batik tradisional, tetapi juga destinasi kampung kreatif yang terus berkembang sehingga menghidupkan kegiatan kreatif seperti pelatihan-pelatihan ke berbagai daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Solo Night Market dinilai mampu menghadirkan ruang publik yang berfungsi sebagai etalase produk-produk kreatif lokal. Beragam produk fesyen, kriya, kuliner, hingga pertunjukan seni disajikan dengan pendekatan pengalaman budaya, sehingga memperkuat identitas kota sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Baca Juga : Wamenekraf Tekankan Pentingnya Lestarikan Jamu di Penutupan Festival Jamu Nusantara

Riefky menegaskan bahwa apa yang dilakukan Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, khususnya pada subsektor fesyen dan kriya yang menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Kementerian Ekonomi Kreatif terus mencari dan membina perajin lokal yang memiliki potensi menjadi local champion. Para pelaku usaha tersebut akan didorong untuk naik kelas dan dikembangkan melalui Program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK), agar produk kreatif lokal mampu bersaing di pasar global tanpa meninggalkan akar budaya dan identitasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *