Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan, validasi dan keakuratan data kesejahteraan sosial menjadi faktor kunci dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia secara terukur dan berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan berbasis data tidak hanya memudahkan integrasi antar-program pemerintah, tetapi juga mempercepat dampak nyata yang dirasakan masyarakat miskin.
“Presiden Prabowo menekankan langkah pertama untuk mengentaskan kemiskinan adalah memastikan datanya akurat. Kalau datanya akurat, intervensinya juga akurat,” ujar Saifullah Yusuf kepada wartawan usai membuka acara Pahlawanku Teladanku November Run 2025 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (2/11/2025).
Saat ini, pemerintah telah memiliki Data Terpadu Sosial Ekonomi (DTSEN) yang keakuratannya terus dimutakhirkan oleh sejumlah kementerian/lembaga, terutama Badan Pusat Statistik (BPS). Keberadaan data terintegrasi ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
“Dengan data yang sama dan valid, berbagai program bisa terintegrasi. Dampaknya lebih cepat dirasakan masyarakat,” tambah Saifullah.
Baca Juga : Mensos Gus Ipul: Data Tak Akurat, Bansos Belum Tepat Sasaran
Acara yang dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan perwakilan keluarga pahlawan nasional ini menjadi momentum bagi Mensos menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Mensos Saifullah menilai bahwa langkah strategis pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo telah membuahkan hasil nyata dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan nasional tercatat sekitar 8,47 persen. Saifullah optimistis, angka tersebut akan terus menurun dalam rilis berikutnya.
Lebih jauh, ia menegaskan target pemerintah yang ambisius, yakni menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2026 dan kemiskinan umum di bawah lima persen pada 2029, bisa tercapai dengan kolaborasi yang solid. “Kalau data diperbaiki, intervensinya dilakukan bersama-sama, target nol persen kemiskinan ekstrem bisa tercapai,” ujarnya.
Baca Juga : Kemensos dan Kemendes PDT Jalin Kerja Sama Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Desa
Para ahli menilai, fokus pemerintah pada keakuratan data dan integrasi program menjadi pendekatan yang tepat, mengingat tantangan kemiskinan di Indonesia bersifat kompleks dan multidimensional. Strategi ini dinilai dapat meminimalisir tumpang tindih bantuan dan mempercepat pemberdayaan masyarakat miskin.
Dengan momentum ini, pemerintah berharap keberadaan data terintegrasi dan upaya kolaboratif lintas lembaga akan menjadi fondasi utama bagi pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan, memastikan setiap rupiah dan program benar-benar tepat sasaran.












