Nusawarta.id, Jakarta – Rano Karno membuka peluang kolaborasi antara Kawasan Equator Bonjol di Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, dengan Planetarium Jakarta yang berada di kompleks Taman Ismail Marzuki. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat edukasi sains sekaligus mengembangkan destinasi wisata berbasis pengetahuan di daerah.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Rano Karno menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut berpotensi meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan edukasi astronomi di Bonjol. Menurutnya, kerja sama dengan Planetarium Jakarta dapat membuka peluang pengembangan program edukasi, termasuk revitalisasi fasilitas agar kawasan tersebut semakin menarik bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan ada ruang kerja sama yang bisa dikembangkan, termasuk untuk revitalisasi, sehingga kunjungan ke kawasan ini semakin menarik dan memberikan nilai tambah dari sisi edukasi,” ujar Rano.
Sebelumnya, Rano Karno berkesempatan mengunjungi Museum Tuanku Imam Bonjol yang berada di Bonjol, Kabupaten Pasaman. Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya peran kebudayaan dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, serta pembentukan karakter masyarakat.
Baca Juga : Wagub Rano Karno Optimistis Penertiban Parkir Liar Tanah Abang Tuntas dalam Tiga Hari
Menurutnya, kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai warisan nilai dan tradisi, tetapi juga dapat menjadi penggerak pembangunan yang mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan, kemajuan daerah diharapkan tetap berjalan selaras dengan penguatan jati diri masyarakat.
“Kebudayaan harus kita tempatkan sebagai penggerak pembangunan. Ia hidup dari tradisi dan nilai yang diwariskan, sekaligus menjadi fondasi agar kemajuan berjalan seiring dengan penguatan jati diri, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Rano.
Selain itu, ia juga menyoroti peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pasaman yang dinilai terus berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi lokal. Rano menilai semangat kewirausahaan masyarakat tersebut perlu terus didorong dan diwariskan kepada generasi muda agar pembangunan daerah tetap bertumpu pada kekuatan lokal.
Sementara itu, Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman tengah mengembangkan program bertajuk “School Goes to Equator”. Program ini dirancang untuk memanfaatkan fasilitas planetarium di kawasan Equator Bonjol sebagai sarana edukasi sains bagi para pelajar.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap kawasan Equator Bonjol dapat berkembang menjadi pusat edukasi astronomi sekaligus destinasi wisata ilmiah yang menarik bagi pelajar maupun masyarakat umum.
“Melalui program School Goes to Equator, kami berharap planetarium ini dapat menjadi pusat edukasi yang terus berkembang dan meningkatkan kunjungan secara berkelanjutan,” ujar Welly.
Pengembangan kawasan Equator Bonjol sebagai destinasi edukasi diharapkan mampu menggabungkan potensi sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan dalam satu kawasan wisata terpadu. Dengan dukungan kolaborasi berbagai pihak, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan di Sumatra Barat yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan nilai pembelajaran bagi generasi muda.












