Nusawarta.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, mengkritik institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, Kepolisian saat ini banyak terlibat dalam politik praktis, daripada sektor keamanan dan penegakkan hukum.
“Saya lihat, Pak Listyo ini bakat politiknya jauh lebih kuat dibandingkan bakat aparat penegak hukumnya,” kata Ray Rangkuti dalam diskusi Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) bertajuk ‘ Urgensi Reformasi Polri’ di Jakarta, Jumat malam (7/3/2025).
Ia mengungkapkan, kinerja Polri terlihat sebagai abdi dari kekuasaan, bukan abdi negara. Sebab, Polri banyak terlibat untuk mendukung program pemerintah daripada memastikan kemananan dan ketertiban masyarakat.
Ia mencontohkan, Polri terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memantau bursa saham yang bukan tugas dan fungsinya. Ia pun mengaku, sudah lama mendorong agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dievaluasi. Namun, ia menduga bahwa Listyo memiliki kedekatan dengan Jokowi.
“Tapi kayaknya kalau soal Pak Kapolri ini menjadi semacam titik temu gitu. Antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi. Ini bacaan politiknya lah ya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menyatakan setiap Kapolri memiliki persoalan dan prestasi masing-masing.
Ia menyebut, di tengah banyaknya kritikan terhadap Korps Bhayangkara, Anam menyebut Kapolri saat ini juga mempunyai prestasi.
Salah satunya melahirkan Direktorat Pelindungan Anak dan Perempuan. Mantan Komisioner Komnas HAM ini menyebut, persoalan institusi Polri bukan hanya disebabkan oleh orang tertentu. Tapi, soal perbaikan struktural dan kultural, baik itu pendidikan maupun perbaikan sumber daya manusia di Institusi Kepolisian.
“Saya sih lebih bagus pergantiannya natural saja kayak sebelum-sebelumnya. Semua kepala kepolisian memang memiliki catatan yang baik yang positif, prestasi maupun yang masalah. Sehingga pergantian itu menjadi sesuatu yang sifatnya natural,” pungkas Anam. (ki/red)












