Ribuan Masjid Jadi Rest Area, Program Kemenag Permudah Pemudik Lebaran 2026

  • Bagikan
Masjid Jami Nurul Muqorrobiin, Patok Besi, Kabupaten Subang, Jawa barat.(Foto: YT/YA WAKIL)

Nusawarta.id, Jakarta — Program Masjid Ramah Pemudik yang digagas Kementerian Agama RI pada arus mudik Lebaran 2026 menuai respons positif dari masyarakat. Inisiatif ini dinilai berhasil menghadirkan alternatif tempat istirahat yang aman, nyaman, sekaligus mendukung kebutuhan spiritual para pemudik selama perjalanan jauh.

Sebanyak 6.859 masjid di berbagai wilayah Indonesia disiagakan sebagai lokasi singgah bagi para pemudik. Ribuan rumah ibadah tersebut terbukti mampu memberikan layanan yang memadai, mulai dari tempat beristirahat hingga fasilitas penunjang lainnya, sehingga perjalanan mudik menjadi lebih manusiawi dan terorganisir.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, sebelumnya telah meninjau langsung kesiapan program tersebut di sejumlah titik jalur Pantura pada Minggu (15/3/2026). Lokasi yang dikunjungi antara lain Masjid Jami Nurul Muqarrobin, Kantor Urusan Agama (KUA) Sukra Indramayu, Vihara Budhi Asih, hingga Masjid Jami An-Nur.

Menurut Abu, secara rasional masjid merupakan tempat yang sangat layak dijadikan titik singgah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh. Namun selama ini, fungsi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

“Masjid sebenarnya tempat paling nyaman untuk singgah, tetapi jarang dijadikan destinasi utama untuk beristirahat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga : Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman, Harga Terkendali

Ia menegaskan, kehadiran masjid sebagai rest area alternatif tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga mengandung nilai dakwah. Pemudik tetap dapat menjalankan ibadah, termasuk salat, di tengah perjalanan.

Senada, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyebut program ini sebagai bentuk konkret pemberdayaan rumah ibadah yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia.

“Program ini menunjukkan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual, tetapi juga mampu memberikan layanan nyata kepada masyarakat,” katanya.

Baca Juga  DPR dan Pemerintah Sahkan Biaya Haji 2025 Disetor Jemaah Senilai Rp.55,4 Juta

Tingginya partisipasi masjid di berbagai daerah menjadi indikator keberhasilan program tersebut. Sejumlah masjid bahkan menyediakan fasilitas tambahan seperti air minum gratis, ruang istirahat, hingga takjil bagi pemudik yang berbuka puasa di perjalanan.

Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Nopi (36), pemudik asal Cinere, Depok, mengaku sangat terbantu saat singgah di Masjid Jami Nurul Muqarrobin dalam perjalanan menuju Tegal, Jawa Tengah.

“Saya merasa lebih tenang istirahat di masjid, apalagi kalau membawa anak kecil. Tempatnya bersih dan fasilitasnya cukup lengkap,” ujarnya.

Baca Juga : Sidak Pasar Jelang Lebaran, Pemprov Jateng Pastikan Harga Bapokting Stabil

Keberhasilan Program Masjid Ramah Pemudik ini sekaligus menegaskan peran strategis rumah ibadah sebagai pusat layanan sosial yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pada momentum pemudik Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi, kehadiran masjid sebagai rest area alternatif menjadi solusi efektif yang menggabungkan aspek kenyamanan, keamanan, dan spiritualitas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *