Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengajak para santri SMP Habibi Bina Cendikia asal Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, untuk mengenal lebih dekat peran dan fungsi DPR RI. Ia juga mendorong para santri berani memiliki cita-cita tinggi, termasuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Cucun saat menerima kunjungan edukasi parlemen para santri SMP Habibi Bina Cendikia di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Cucun yang juga merupakan legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat II menyambut para santri sebagai generasi penerus yang perlu memahami secara langsung cara kerja lembaga perwakilan rakyat.
“Selamat datang di rumah rakyat,” ujar Cucun.
Di hadapan para santri, Cucun menjelaskan DPR RI merupakan lembaga perwakilan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Untuk memudahkan pemahaman, ia mengibaratkan peran DPR dengan organisasi santri di lingkungan pesantren yang bertugas menampung aspirasi dan mengurus kepentingan bersama.
Baca Juga : Purbaya Sebut Pengalihan Utang Kereta Whoosh ke Kemenkeu Dimulai Pertengahan September
“Yang kami urus bukan satu pondok, tetapi seluruh rakyat Indonesia. Dan yang memilih kami bukan pengurus, tetapi rakyat langsung lewat pemilu,” jelasnya.
Cucun kemudian mengenalkan tiga fungsi utama DPR RI, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Fungsi legislasi berkaitan dengan pembentukan undang-undang, fungsi anggaran menyangkut pembahasan dan persetujuan APBN, sedangkan fungsi pengawasan dilakukan untuk memastikan kebijakan serta penggunaan anggaran negara berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadi ingat tiga kata ini: membuat aturan, mengatur uang, mengawasi. Kalau ada yang tanya tugas DPR, kalian sudah bisa jawab,” katanya.
Ia juga mencontohkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren sebagai bentuk pengakuan negara terhadap pesantren dalam sistem pendidikan nasional.
Menurut Cucun, latar belakang pendidikan pesantren tidak seharusnya membuat santri merasa lebih rendah dibandingkan pelajar lainnya. Para santri memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Kalian bukan murid kelas dua. Di mata negara, kalian setara dengan pelajar mana pun,” tegasnya.
Selain mengenalkan parlemen, Cucun mengingatkan para santri agar bijak memanfaatkan teknologi digital. Ia menyoroti ancaman penyebaran berita bohong, judi daring, hingga pinjaman daring yang dapat menyasar generasi muda.
Baca Juga : DPR Buka Peluang Judi Online Masuk RUU Perampasan Aset
“Jadilah pengguna HP yang cerdas dan berakhlak. Pakai untuk belajar, untuk berkarya, untuk kebaikan,” pesannya.
Menutup sambutannya, Cucun meminta para santri rajin belajar, menjaga akhlak, serta menguasai ilmu agama dan teknologi.
Ia bahkan membuka peluang para santri tersebut kelak menjadi anggota DPR RI.
“Siapa tahu, sepuluh atau lima belas tahun lagi, salah satu dari kalian yang duduk di ruangan ini justru kembali ke sini. Bukan sebagai tamu, tetapi sebagai anggota DPR. Bukan hal yang mustahil,” pungkasnya.












