Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pangan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman. Pemerintah, kata dia, bergerak cepat melalui Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memastikan bantuan pangan menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pangan pascabencana. Pemerintah menargetkan distribusi kebutuhan pokok dapat segera merata, meski terdapat sejumlah wilayah yang sulit dijangkau akibat kondisi geografis dan dampak bencana.
“Kita jamin soal pangan aman ya di NTT. Bulog, Bapanas bergerak cepat. Soal waktu, satu dua hari semua akan rata, Insya Allah akan dapat semua. Kecuali memang yang tidak memungkinkan daerah itu dikunjungi,” ujar Zulhas di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga : Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, BNPB Laporkan 198 Titik Api Berstatus Tinggi
Ia menegaskan stok pangan nasional dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Berbagai komoditas pokok, mulai dari beras, telur, daging ayam, ikan hingga gula, disebut tersedia dalam jumlah yang memadai.
“Karena pangan kita aman, enggak usah khawatir. Beras banyak, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak, gula banyak. Makanan kita cukup, lebih dari cukup,” tegasnya.
Terkait keluhan sejumlah pengungsi di Flores yang dilaporkan hanya mendapatkan mi instan dan beras dalam jumlah terbatas, Zulhas meminta masyarakat memahami bahwa penanganan pada tahap awal bencana berada dalam kondisi darurat.
Menurut dia, proses distribusi bantuan tidak selalu mudah dilakukan, terutama untuk menjangkau daerah-daerah yang berada di wilayah pegunungan atau memiliki akses transportasi terbatas. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus memprioritaskan pengiriman bantuan darurat terlebih dahulu sebelum kebutuhan lainnya dapat disalurkan secara lebih lengkap dan merata.
“Kita jangan bayangkan kayak di sini kan gampang. Seperti kemarin waktu kami di Aceh, Sumut, itu tidak mudah sekali. Apalagi yang di gunung, enggak gampang, maka darurat dulu,” ucapnya.
Zulhas menambahkan, setelah kebutuhan dasar masyarakat terdampak mulai terpenuhi, pemerintah akan melanjutkan penanganan ke tahap berikutnya, termasuk pemulihan dan penyediaan hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga : Prabowo Tunjuk Haji Isam Pimpin Penanganan Karhutla di Kalsel
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen menyelesaikan seluruh persoalan yang muncul akibat bencana gempa di NTT. Namun, proses penanganan membutuhkan waktu karena tantangan akses dan kondisi di lapangan.
“Setelah ini, nanti baru tambah yang lain, hunian tetap. Pendek kata bencana, pemerintah akan selesaikan. Soal waktu saja yang tidak mudah,” tandas Zulhas.












